RUSIA – Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, mengapresiasi Presiden Rusia, Vladimir Putin, atas kesempatan yang diberikan kepada provinsi paling ujung barat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Eastern Economic Forum (EEF) 2025 di Vladivostok.
Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Wali Nanggroe saat menjawab pertanyaan wartawan dari Argumenty i Fakty (AiF) di Rusia, Ahad, 7 September 2025.
“Letak wilayah kami dan Vladivostok memberikan banyak peluang untuk pengembangan negara kita masing-masing,” ujar Malik Mahmud.
Malik Mahmud menegaskan posisi strategis Aceh yang berada di persimpangan jalur laut internasional. Selain itu, Aceh memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk minyak dan gas di kawasan utara dan barat, serta hasil pertanian dan perkebunan.
Produk unggulan seperti Kopi Gayo telah menembus pasar Amerika dan Eropa, sementara minyak nilam menjadi komoditas penting dengan pembeli utama dari Prancis.
“Kami perlu pemasaran yang tepat, peningkatan produksi, dan distribusi yang lebih luas,” sebutnya.
Selain energi dan perkebunan, Wali Nanggroe juga menyoroti potensi besar sektor perikanan, pariwisata, dan kelautan. Pantai tropis, gugusan pulau, hingga ombak besar yang cocok untuk olahraga selancar disebut berpeluang menjadi daya tarik wisata internasional.
Kehadiran Aceh di forum bergengsi ini, menurut Wali Nanggroe, merupakan langkah awal untuk mempererat hubungan langsung dengan Rusia. Aceh, kata dia, tertarik pada teknologi, investasi, dan pengalaman Rusia dalam pembangunan industri maupun tata kota.
“Tujuan utama kami di forum adalah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan energi Rusia, khususnya terkait pengangkutan gas dari Sakhalin melalui Aceh ke negara lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Anton A. Zubko, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran delegasi Aceh di EEF 2025. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dagang, ekonomi, dan budaya antara Indonesia dengan kawasan Timur Jauh Rusia.
“Terima kasih kepada Aceh dan khususnya Teungku Malik Mahmud Al Haythar yang memimpin delegasi tahun ini. Kami berupaya menjadikan kunjungan ini produktif sekaligus nyaman,” ujar Zubko.***






