Tiga Ton Sampah Bertaburan di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe

BERITA, DAERAH614 Dilihat

Acehupdate.net, LHOKSEUMAWE – Sebanyak tiga ton sampah dikumpulkan pada kegiatan pembersihan Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dalam rangka menyambut HUT Basarnas dan Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah. Pelaksana Harian SAR Lhokseumawe, Mohd. Yacob, mengatakan kegiatan bersih pantai Ujong Blang Lhokseumawe tersebut diikuti sekitar 250 orang yang terdiri dari SAR, karyawan Perta Arun Gas, Pertamina Patra Niaga, anggota RAPI, mahasiswa dan beberapa pihak lainnya.

“Sengaja kita lakukan pembersihan di Pantai Ujong Blang lantaran di sini tempat destinasi wisata dan ramai dikunjungi wisatawan, apabila sampahnya berserakan tentu tidak enak dlihat,” kata Yacob kepada awak media, Minggu, 16 Februari 2025.

Yacob menyebutkan, dari hasil kegiatan hari ini, sampah yang paling banyak ditemukan berupa ranting dan kayu, batok kelapa, dan sampah-sampah lainnya.

Lanjutnya, total sampah yang terkumpul sekitar 100 kantong plastik hitam ataupun sebanyak tiga ton sampah. Dia berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana di masa mendatang.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat serta pelaku usaha agar sampahnya dikumpulkan. Nantinya sampah tersebut akan diambil oleh petugas kebersihan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Desi Fatmasari mengakui banyak sampah yang ditemukan di Pantai Ujong Blang. Menurutnya sampah tersebut berasal dari para pelaku UKKM yang ada di sekitar pantai.

“Selain itu, masyarakat juga masih minim kesadaran dalam hal menjaga sampah,” kata Desi.

Desi berharap pemerintah mengeluarkan regulasi tegas terkait sampah, seperti denda dan membuat pamflet berisi larangan membuang sampah sembarang di area pantai. Selain itu, bagi pelaku usaha ataupun pengunjung yang membuang sampah sembarangan juga diharap mendapat denda.

“Di sini kita juga mengajak mari sama-sama berkolaborasi menjaga lingkungan kita, menciptakan go green, serta program-program terkait penanganan sampah, agar sampah itu terkelola dengan baik dan bernilai ekonomis bagi masyarakat itu sendiri,” kata Desi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *