Tangani Banjir Aceh, Pemerintah Kerahkan Hercules untuk Kirim Bantuan ke Daerah Terisolasi

BERITA226 Dilihat

 

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Mualem, bergerak cepat menangani bencana banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh sejak beberapa hari terakhir. Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Jumat (28/11), Mualem menegaskan bahwa seluruh jalur koordinasi sudah dibuka, termasuk dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga mitra luar negeri.

“Kami sudah turun langsung ke Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur. Akses memang sempat terputus, tapi langkah-langkah darurat sudah kita jalankan,” tegasnya.

Hari ini sejumlah bantuan dari Jakarta telah tiba di Aceh Selain itu, bantuan dari Malaysia berupa obat-obatan dari tim medis Dr. Feetrik dijadwalkan tiba besok pagi atau sore melalui jalur udara. bantuan berupa obat-obatan, Kita pastikan semua tersalurkan tepat sasaran,” ujar Mualem.

Pemerintah pusat melalui Mensesneg Prasetyo Hadi juga mengirimkan lewat pesawat Hercules yang akan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Pesawat tersebut akan memobilisasi bantuan ke daerah-daerah yang paling terdampak dan belum dapat ditembus melalui jalur darat.

Mualem menyampaikan apresiasi atas respon cepat pemerintah pusat dalam membantu Aceh melewati masa sulit ini.

Pemerintah Aceh telah membuka Posko Utama Penanganan Banjir di Banda Aceh, Mualem memastikan bahwa penanganan difokuskan pada penyelamatan warga, pendistribusian makanan, obat-obatan, serta percepatan pembukaan akses jalan nasional yang rusak dan terputus akibat banjir.

“Insyaallah dengan kerja sama semua pihak, kita bisa melewati musibah ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, ikut memberi penjelasan terkait kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Ia menegaskan bahwa suplai BBM Aceh aman “Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian ESDM dan badan pengelola hilir. Distribusi yang terganggu karena jalan terputus sedang kami atasi. Insyaallah tidak ada kelangkaan BBM di Aceh,” ujarnya.

Nasri menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah strategis berdasarkan instruksi langsung dari Mualem. Penyaluran BBM akan diprioritaskan melalui Pelabuhan Malahayati dan jalur laut lain jika akses darat masih terhambat. Pemerintah memastikan mobilisasi logistik, termasuk BBM untuk kebutuhan masyarakat dan alat berat, tetap berjalan.

Terkait kemungkinan pembangunan jalan darurat, Mualem menyebutkan sudah ada penanganan jalur alternatif koordinasi dengan Kabupaten kota, Pemerintah Aceh juga berkoordinasi dengan para kontraktor untuk penyediaan alat berat dan helikopter guna menjangkau wilayah paling terisolasi.

“Ini situasi darurat. Kita harus pastikan mobilitas bantuan tidak terputus. Semua bergerak cepat,” ujarnya.

Menutup konferensi pers, Mualem kembali mengimbau masyarakat Aceh agar tetap tenang dan bersabar. Ia memastikan seluruh perangkat pemerintah terus bekerja tanpa henti.

“Ini musibah besar. Dari Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie, Pidie Jaya, hingga wilayah lainnya, semua terdampak. Tapi kita tidak sendiri. Pemerintah pusat, mitra internasional, dan seluruh pihak sudah turun tangan. Insyaallah kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *