Sekolah Rusak Pascabencana di Aceh Direvitalisasi

BERITA29 Dilihat

BANDA ACEH – Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah luar biasa (SLB) di Aceh yang terdampak bencana mulai direvitalisasi melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Program ini difokuskan pada pemulihan sarana belajar  yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi sekolah di Banda Aceh pada 28–31 Januari 2026.

“Banyak sekolah kita terdampak bencana, dan itu mengganggu kegiatan belajar. Program revitalisasi ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan sarana pendidikan,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, di Banda Aceh, Jumat, 30 Januari 2026.

Dahlawi, mengatakan banyak SMK dan SLB di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana, mulai dari kategori ringan hingga berat. Kerusakan itu berdampak langsung pada proses belajar mengajar, terutama bagi siswa kejuruan dan peserta didik berkebutuhan khusus.

Menurutnya, selain memperbaiki ruang belajar dan fasilitas sekolah, kegiatan revitalisasi juga berpotensi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.

Ia menambahkan, pemulihan sarana pendidikan dinilai penting agar kualitas layanan pendidikan di Aceh tidak semakin tertinggal akibat dampak bencana yang terjadi sebelumnya.

“Harapannya, sekolah bisa kembali berfungsi optimal sehingga proses belajar berjalan normal dan mutu pendidikan bisa meningkat,” ujarnya.

Dahlawi menambahkan, melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, revitalisasi sarana dan prasarana sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, mempercepat pemulihan pascabencana, serta mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat sekitar sekolah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *