Remaja Masjid Raya Baiturrahman Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

BERITA77 Dilihat

 

BANDA ACEH – Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Banda Aceh kembali menunjukkan kepedulian dan kepekaan sosial mereka melalui aksi kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Pada Minggu, 7 Desember 2025, para anggota RMRB terjun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan ke sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman serta Korps Brimob Polda Aceh, yang turut memberikan dukungan logistik dan tenaga dalam proses distribusi bantuan.

Bencana yang melanda beberapa wilayah di Pidie Jaya menyebabkan akses transportasi terputus, rumah-rumah warga rusak, serta fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi mengalami gangguan. Kondisi ini mendorong RMRB untuk bergerak cepat.

Sejak informasi mengenai bencana tersebar, para remaja masjid segera melakukan penggalangan dana dan donasi melalui jamaah Masjid Raya Baiturrahman serta masyarakat luas. Respons masyarakat yang positif membuat RMRB mampu menghimpun berbagai kebutuhan darurat, mulai dari pakaian layak pakai, mushaf Al-Qur’an, mukena, sajadah, hingga paket sembako yang disesuaikan dengan kebutuhan penyintas.

Bantuan tersebut kemudian disalurkan ke lima gampong yang tercatat sebagai wilayah terdampak berat. Tiga di antaranya berada di Kecamatan Meureudu, yaitu Gampong Beurawang, Gampong Manyang Cut, dan Gampong Manyang Lamcok. Dua lokasi lainnya adalah Gampong Blang Cut yang berada di Kecamatan Meurah Dua, serta Gampong Tijien Daboh di Kecamatan Ulim.

Ketua Umum RMRB, Aris Munandar, S.T., menyampaikan bahwa setiap bantuan yang dibawa merupakan amanah besar dari para donatur. Ia menegaskan bahwa remaja masjid merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sesama, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit.

“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang terdampak tidak merasa sendirian. Bantuan ini adalah titipan dari masyarakat dan harus kami salurkan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ujarnya.

Salah satu ciri khas kegiatan sosial yang dilakukan oleh RMRB adalah kehadiran langsung para relawannya di tengah warga. Mereka tidak hanya membagikan bantuan secara teknis, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dengan para penyintas.

Dalam beberapa kesempatan, para relawan duduk bersama warga, mendengarkan cerita mereka pascabencana, dan mencoba memahami kebutuhan yang belum terpenuhi. Bagi RMRB, hal ini penting karena dukungan moral sama berharganya dengan dukungan material, terutama dalam masa pemulihan awal.

RMRB menyampaikan apresiasi kepada pihak UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman yang turut mengoordinasikan logistik internal masjid sehingga proses pemberangkatan menjadi teratur.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Korps Brimob Polda Aceh yang membantu dalam proses pendistribusian, terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit aksesnya. Brimob bukan hanya berperan sebagai pengawal keamanan, tetapi juga ikut bergotong royong mengangkat barang bantuan dan mendistribusikannya langsung kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Masjid Raya Baiturrahman sendiri selama ini dikenal bukan hanya sebagai ikon religius dan sejarah di Aceh, tetapi juga sebagai pusat solidaritas masyarakat. Ketika bencana melanda Aceh, masjid ini berulang kali menjadi tempat lahirnya gerakan bantuan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan RMRB kali ini menjadi bagian dari tradisi panjang Masjid Raya Baiturrahman dalam menguatkan nilai-nilai sosial dan kebersamaan. Kehadiran para remaja masjid mempertegas bahwa masjid bukan hanya ruang untuk beribadah, tetapi juga untuk membangun kepekaan sosial dan kepedulian lintas komunitas.

Para anggota RMRB berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi aksi-aksi sosial lainnya. Mereka menyadari bahwa peran remaja masjid tidak berhenti pada penyaluran bantuan sesaat.

Ke depan, RMRB berencana untuk terus memperkuat program-program sosial lainnya. RMRB juga ingin agar semangat kepedulian ini dapat menular ke komunitas pemuda lain di seluruh Aceh dan bahkan di luar wilayah provinsi.

Aksi ini juga menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan besar di tengah masyarakat Aceh. Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama-sama, bantuan dapat menjangkau warga yang sedang berjuang bangkit kembali.

Di tengah suasana duka dan kerusakan, RMRB membawa pesan bahwa Aceh tidak pernah sendiri. Setiap bentuk kepedulian, sekecil apa pun, memiliki makna besar bagi para penyintas yang sedang memulai kembali kehidupan mereka.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, RMRB menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi dan sebagai representasi generasi muda yang aktif, peduli, dan berkontribusi dalam membangun Aceh yang lebih kuat.

Masjid Raya Baiturrahman, melalui para remajanya, kembali menjadi tempat bersatunya doa, tenaga, dan harapan untuk kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *