PWM Aceh–PWM Sumut Bersinergi Salurkan Bantuan UEA, A. Malik Musa: Solidaritas Muhammadiyah untuk Sumatra Bangkit

BERITA102 Dilihat

 

Banda Aceh— Sinergi kemanusiaan kembali ditunjukkan keluarga besar Muhammadiyah di Sumatra. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Hasyimsyah Nasution, memperkuat kerja sama penanggulangan bencana di wilayah Sumatra, khususnya untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Ketua PWM Aceh A. Malik Musa turut menyertai konferensi pers Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) Muhammadiyah Sumatera Utara yang digelar dalam rangka penyaluran bantuan logistik dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kepada PWM Aceh.

Kehadiran pimpinan PWM Aceh dalam forum tersebut menegaskan kuatnya koordinasi lintas wilayah Muhammadiyah dalam memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata.

Dalam keterangannya, A. Malik Musa mengungkapkan bahwa proses sinergi ini bermula saat dirinya berada di Kuala Simpang dan bertemu dengan Ketua Poskorwil PWM Sumut, Irsan Ahmadi.

Pada kesempatan itu, Malik Musa menyampaikan permohonan agar sebagian bantuan beras dari UEA dapat dialihkan untuk membantu warga Aceh yang sedang menghadapi kondisi darurat.

“Alhamdulillah, permohonan tersebut dikabulkan,” ujarnya.

Usai kesepakatan tersebut, koordinasi langsung dilakukan secara cepat. Sore harinya rombongan bergerak ke Medan, dan keesokan pagi dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis.

Langkah cepat ini mencerminkan semangat Muhammadiyah dalam merespons bencana, tanpa berlarut pada prosedur yang menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Secara resmi, permohonan bantuan tersebut juga tertuang dalam surat PWM Aceh bernomor 840/II.0/C/2025 yang ditujukan kepada PWM Sumatera Utara. Dalam surat itu dijelaskan bahwa bantuan kemanusiaan dari UEA berupa 30 ton beras disalurkan melalui Kementerian Dalam Negeri RI dan pendistribusiannya dipercayakan kepada Muhammadiyah.

PWM Aceh kemudian mengajukan permohonan tambahan alokasi sebanyak 10 ton beras untuk kebutuhan mendesak korban banjir dan longsor di Aceh.

Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta jaringan Pos Koordinasi Tanggap Bencana Muhammadiyah di berbagai daerah Aceh.

A. Malik Musa menegaskan, kolaborasi PWM Aceh dan PWM Sumut ini adalah wujud nyata ukhuwah dan kepedulian Muhammadiyah untuk Sumatra.

“Kami ingin memastikan bahwa di saat rakyat tertimpa musibah, Muhammadiyah hadir, bersatu, dan bergerak bersama untuk meringankan beban mereka,” pungkasnya.

A. Malik Musa, menyampaikan bahwa meskipun pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional, masih ada langkah strategis untuk menunjukkan kebersamaan antar anak bangsa.

Menurutnya, Presiden RI dapat menginstruksikan seluruh gubernur dan bupati/wali kota di Indonesia untuk bergotong royong membantu para korban bencana banjir dan longsor di Sumatra, khususnya di Aceh yang dinilai sebagai wilayah paling parah terdampak.

Malik Musa menegaskan, semangat solidaritas nasional sangat dibutuhkan agar beban masyarakat korban bencana dapat diringankan dan pemulihan berjalan lebih cepat melalui kebersamaan seluruh elemen bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *