Profesor Mirza Tabrani Prioritaskan Kesejahteraan Civitas dan Penguatan Riset

BERITA25 Dilihat

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031, Mirza Tabrani berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dosen, karyawan, dan seluruh civitas akademika, serta memperkuat kontribusi universitas bagi masyarakat. Diharapkan dengan adanya kesejahteraan di internal kampus turut mengembangkan kinerja akademik dan institusi.

“Yang pertama harus kita lakukan adalah menyejahterakan dosen, karyawan, dan seluruh civitas akademika. Intinya saya berpikir bagaimana Universitas Syiah Kuala bisa terus berkembang dan memberi manfaat luas,” kata Prof Mirza Tabrani, Senin, 9 Maret 2026.

Selain itu, Mirza juga menargetkan penguatan riset kolaboratif di USK. Ia menjelaskan, riset yang dikembangkan akan difokuskan pada dua kategori utama, yakni riset yang berdampak langsung bagi masyarakat serta riset internasional yang berkontribusi pada peningkatan reputasi akademik kampus.

“Riset kita bagi dua, yaitu riset yang berdampak bagi masyarakat dan riset internasional untuk reputasi. Dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat, stakeholder, termasuk pemerintah daerah,” katanya.

Di sektor pengembangan usaha, Mirza menyebutkan universitas perlu memiliki unit usaha yang kuat agar dapat menopang keberlanjutan institusi. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengembangan rumah sakit pendidikan.

Ia mengungkapkan rencana pengembangan rumah sakit pendidikan USK yang ditargetkan mulai memasuki tahap progres pada 2027. Proyek tersebut, menurutnya, telah masuk dalam perencanaan nasional dan mendapat dukungan dari lembaga internasional.

“Rumah sakit pendidikan insyaallah mulai progres pada 2027. Perencanaan sudah ada di Bappenas dan sponsornya dari JICA Jepang,” jelasnya.

Selain itu, USK juga akan mengoptimalkan Rumah Sakit Prince Nyak Arief yang saat ini memiliki sekitar 50 kamar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu, sekaligus mengurangi beban layanan di RSUD dr. Zainoel Abidin yang kerap mengalami kelebihan kapasitas pasien.

“Kita ingin membantu masyarakat yang kurang mampu melalui layanan kesehatan di rumah sakit tersebut,” ucapnya.

Mirza  berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan oleh rektor sebelumnya, termasuk memperkuat tata kelola universitas yang baik serta melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi agar lebih efisien.

Mirza menyebutkan USK juga akan memperkuat dukungan bagi mahasiswa kurang mampu melalui berbagai skema bantuan, termasuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui program beasiswa seperti KIP dan beasiswa khusus untuk mahsiswa terkena bencana sekali pun.

“Universitas juga memiliki rumah amal untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu. Kita akan terus memperkuat dukungan ini bersama pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.

Mirza turut menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan di lingkungan kampus, termasuk merangkul para calon rektor lain yang sebelumnya ikut dalam proses pemilihan.

“Kita semua berteman baik. Dari awal hingga akhir proses kompetisi tidak ada perselisihan. Semua akan kita rangkul untuk bersama-sama membangun USK,” ucap Prof Mirza.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *