PPA Ajak Partai Lokal dan Nasional Bantu korban bencana di wilayah terdampak: “Saatnya Kita Saling Menguatkan dan Menolong”

BERITA130 Dilihat

 

Banda Aceh – Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Prof. Dr. Marniati, M.Kes, menyerukan kepada seluruh partai politik lokal maupun nasional, lembaga sosial, dan masyarakat luas untuk bersatu membantu korban banjir yang tersebar di berbagai wilayah Aceh dan Sumatra.

Dalam pernyataannya, Prof. Marniati menegaskan bahwa kondisi masyarakat di sejumlah daerah terdampak sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera dari semua pihak.

Menurut Prof. Marniati, para korban bencana kini sangat membutuhkan obat-obatan, bantuan pakaian layak pakai, pakaian dalam, peralatan ibadah, serta layanan kesehatan pasca banjir karena banyak yang mulai menderita penyakit seperti diare dan demam.

Ia juga mendorong agar setiap partai, baik lokal maupun nasional, turut mengulurkan tangan melalui posko kemanusiaan dan dapur umum untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. “Inilah saatnya kita bergandengan tangan, saling menguatkan dan saling menolong. Duka mereka adalah duka kita semua,” ujar Prof. Marniati penuh empati.

Lebih lanjut, Ketua Umum PPA itu juga mengajak pimpinan perguruan tinggi di Aceh untuk menggerakkan mahasiswa dan relawan membuka posko bantuan serta dapur umum di lokasi bencana.

Menurutnya, kolaborasi antara unsur akademik dan masyarakat akan memperkuat sistem penanganan darurat, terutama bagi korban yang membutuhkan dukungan psikososial dan bantuan cepat.

Mahasiswa adalah agen perubahan. Saat ini, perubahan itu dibutuhkan dalam bentuk kepedulian dan aksi nyata di lapangan,” ungkapnya.

Selain membuka posko dan menyalurkan bantuan, PPA juga menerima segala bentuk donasi dari masyarakat untuk diteruskan kepada korban banjir. Prof. Marniati berharap bantuan yang disalurkan, sekecil apa pun, akan memberikan manfaat dan meringankan beban para korban.

Kami di PPA telah membuka posko dan layanan donasi terbuka bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Aceh kuat karena solidaritas,” tambahnya.

Di sisi lain, Prof. Marniati juga mengingatkan pemerintah untuk lebih sigap dalam merespons bencana dan berkoordinasi lintas instansi, terutama dengan BMKG yang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir Aceh.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan penerapan SOP penanganan bencana yang tepat agar tidak menimbulkan korban lebih banyak maupun kekecewaan masyarakat. “Penanganan bencana harus cepat, terukur, dan penuh empati. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tutupnya dengan nada tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *