Politeknik Kutaraja Gelar FGD Penyesuaian Kurikulum Analis Keuangan Berbasis Aplikatif untuk Sawit Berkelanjutan

BERITA252 Dilihat

 

LANGSA – Politeknik Kutaraja menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder industri perkebunan sawit untuk membahas penyesuaian kurikulum Program Studi Analis Keuangan.

Kegiatan ini merupakan langkah pertama dari wujud nyata yang dilakukan Politeknik Kutaraja sebagai salah Satu Perguruan Tinggi Swasta di Aceh yang mendapatkan Hibah Pendanaan Beasiswa SDM PKS dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Forum Konservasi Leuser (FKL), Pusat Unggulan Produksi Lestari (PUPL) Aceh Timur, Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) Aceh Tamiang, PTPN Regional 6, PT. Musim Mas, PT. Socfindo, PT. Perapen, serta PT. Indoweb Host Kreasi, dengan total peserta sebanyak 20 orang.

FGD bertujuan menyesuaikan kurikulum agar lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sektor kelapa sawit berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa 30 lulusan penerima BPDP tahun pertama memiliki kompetensi sesuai dengan standar industri.

Selain itu, kurikulum juga akan mengintegrasikan standar ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai aspek keuangan, tetapi juga memahami pentingnya kelestarian lingkungan dalam industri perkebunan sawit.

Perwakilan Pusat Unggulan Produksi Lestari (PUPL) Kabupaten Aceh Timur, Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.

“FGD merupakan wadah diskusi aktif untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak demi tujuan bersama. Apa yang dilakukan Politeknik Kutaraja kemarin sudah menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kemajuan pendidikan, meski tentu masih ada ruang untuk penyempurnaan. Kami dari PUPL Aceh Timur siap membantu jika diperlukan, karena tugas kami adalah menjadi jembatan multipihak dan mengkoordinasikan kegiatan lintas sektor. Kami akui kegiatan FGD ini mantap,” ujar Ibrahim yang sudah 30 tahun berada di dunia perkebunan dan kehutanan.

Direktur Politeknik Kutaraja menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir.

“FGD ini sangat penting artinya bagi Politeknik Kutaraja, kami membutuhkan masukan, pengalaman, bagaimana cara industri serta lembaga nirlaba bekerja di industri sawit. Diskusi hari ini kembali membuka wawasan kami tentang industri sawit yang aplikatif dan berkelanjutan. Kedatangan kami hari ini ke Langsa mendapat banyak hal baru dan Kami merasa sangat di dukung untuk kegiatan ini. Semoga dengan hal baik hari ini dapat menghasilkan sesuatu yang baik untuk generasi Aceh,”ujarnya.

Politeknik Kutaraja berharap hasil FGD ini dapat memberikan rekomendasi dan arah baru bagi pengembangan Prodi Analis Keuangan, sehingga semakin relevan dengan tantangan industri dan kebutuhan untuk sawit berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *