PII Aceh Tinjau Abrasi Sungai dan Infrastruktur Pasca Banjir di Bireuen, Fokus di Jeumpa dan Kuta Blang

BERITA106 Dilihat

 

Bireuen — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Aceh melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Bireuen untuk meninjau langsung kondisi sungai yang mengalami abrasi serta infrastruktur terdampak bencana banjir di Desa Salah Sirong dan Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, serta Desa Blang Pala, Kecamatan Peusanngan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari PW PII Aceh bersama Ketua PC PII Kab Bireun berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireun melakukan observasi terhadap abrasi tebing sungai, perubahan alur, dan pendangkalan yang terjadi pasca banjir. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keselamatan permukiman warga serta infrastruktur di sekitarnya apabila tidak segera ditangani secara teknis dan terpadu.

Selain peninjauan sungai, tim PII juga mengevaluasi singkat kondisi beberapa jalan, jembatan, dan bendung serta jaringan irigasi yang terdampak banjir di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa infrastruktur mengalami penurunan fungsi akibat genangan, arus banjir yang deras, serta sedimentasi yang mengganggu kinerja bangunan air dan akses transportasi masyarakat.

PII Aceh juga berkesempatan melihat secara langsung progress pembangunan jembatan darurat (bailey) di Awe Geutah Desa Teupin Reudep serta jalan aksesnya. Jembatan ini sangat krusial mengingat sampai selasa, 16 desember 2025 jalur darat Banda Aceh-Medan masih terputus.

“PII Aceh hadir untuk memberikan kontribusi nyata melalui kajian dan rekomendasi teknis agar penanganan pasca bencana dapat dilakukan secara lebih tepat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris PW PII Aceh.

Di sela kegiatan teknis, PII Aceh juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Salah Sirong, Alue Limeng, dan Desa Blang Paya. Lokasi tersebut masih terisolir dikarenakan putusnya jalan akses dan jembatan menuju desa tersebut. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas insan keinsinyuran seperti Angoota PII se Indonesia, PW PII Aceh, BK Sipil PII dan PII Luar Negeri terhadap warga yang terdampak bencana.

Melalui kegiatan ini, PII Aceh menegaskan peran organisasi profesi keinsinyuran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penanganan bencana, tidak hanya pada aspek tanggap darurat, tetapi juga dalam penyusunan rekomendasi teknis untuk menjaga keselamatan infrastruktur dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *