Pengorbanan Aceh untuk Indonesia Tak Boleh Sia-sia, Kepala BNN Aceh Ajak 5.166 Mahasiswa Baru UNIMAL Perkuat Nasionalisme

BERITA31 Dilihat

LHOKSEUMAWE, 2 September 2026 — Pengorbanan dan sumbangsih bangsa Aceh dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperkuat nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa dan negara, serta semangat bela negara.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., saat memberikan materi kepada 5.166 mahasiswa baru Universitas Malikussaleh (UNIMAL) dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang dilaksanakan pada 2 September 2026 di Kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa dan Kesadaran Bela Negara”, Dedy mengajak ribuan mahasiswa baru tersebut menjadikan masa awal perkuliahan sebagai momentum untuk membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.

*Meneladani Sejarah Aceh, Memperkuat Nasionalisme*

Semangat kebangsaan mahasiswa Aceh tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Aceh dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Sejak masa perjuangan kemerdekaan, masyarakat Aceh telah memberikan sumbangsih dan pengorbanan besar bagi Indonesia, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, harta benda maupun perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Dedy, sejarah tersebut tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu. Pengorbanan para pendahulu harus menjadi warisan nilai sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk melanjutkan perjuangan dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.

Ia menegaskan, nasionalisme pada masa kini tidak harus diwujudkan melalui perjuangan bersenjata. Mahasiswa dapat menunjukkan kecintaan kepada bangsa melalui pendidikan, prestasi, integritas, kepedulian sosial, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, menaati hukum, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

“Dulu para pendahulu kita berjuang dengan tenaga dan harta untuk mempertahankan kemerdekaan. Hari ini tugas mahasiswa adalah melanjutkan perjuangan itu dengan ilmu, prestasi, integritas dan pengabdian,” tegasnya.

*Bela Negara di Tengah Ancaman Narkoba*

Dedy menjelaskan, bentuk ancaman terhadap bangsa terus berkembang. Jika pada masa lalu perjuangan dilakukan untuk menghadapi penjajahan secara langsung, generasi muda saat ini menghadapi berbagai ancaman yang dapat melemahkan bangsa dari dalam, salah satunya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Karena itu, menurutnya, menjauhi narkoba merupakan salah satu bentuk nyata bela negara.

“Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata. Menjaga diri agar tidak terjerumus narkoba, menjaga lingkungan, menaati hukum dan menjadi generasi yang produktif juga merupakan bentuk bela negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi intelektual yang dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

*Waspadai Modus Baru Narkoba melalui Vape*

 

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, Dedy meminta 5.166 mahasiswa baru UNIMAL meningkatkan kewaspadaan terhadap modus baru penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda, salah satunya melalui liquid vape.

 

Ia mengingatkan bahwa liquid vape yang tidak jelas kandungan dan asal-usulnya dapat disalahgunakan untuk memasukkan berbagai zat berbahaya ke dalam tubuh. Sejumlah zat yang perlu diwaspadai antara lain etomidate, cannabis, sabu atau methamphetamine, serta ketamine.

 

Dedy meminta mahasiswa tidak mudah terpengaruh tren, ajakan lingkungan maupun tawaran produk yang tidak jelas kandungan dan asal-usulnya.

 

Menurutnya, perkembangan modus penyalahgunaan narkotika menunjukkan bahwa ancaman narkoba semakin dinamis. Karena itu, mahasiswa harus memiliki pengetahuan, sikap kritis dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

 

Mahasiswa baru juga diharapkan berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba serta menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan kampus, keluarga dan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

 

Menutup pemaparannya, Dedy mengajak seluruh mahasiswa baru UNIMAL menjadikan sejarah perjuangan Aceh sebagai energi positif untuk membangun masa depan Indonesia.

 

*“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena setiap usaha yang dilakukan dengan penuh kesungguhan akan membawa kita menuju keberhasilan,” pungkas Dedy.*

 

*HUMAS BNNP ACEH*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *