Mualem Imbau Warga Aceh Waspada Dampak Kabut Asap Karhutla

BERITA39 Dilihat

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Aceh sejak 13 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 16 Oktober 2026, kabut asap tersebut menyebabkan penurunan kualitas udara, terutama akibat partikel halus PM2,5. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan kardiovaskular.

“Saya mengimbau seluruh bupati/wali kota dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Mualem pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Mualem meminta seluruh bupati dan wali kota serta pemangku kepentingan terkait meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Dia mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran terbuka, baik untuk pembukaan lahan, pembakaran sisa pertanian, maupun sampah yang dapat memperparah kondisi kabut asap.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika tingkat polusi udara meningkat. Kelompok rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta, perlu mendapat perlindungan lebih.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus PM2,5 juga dianjurkan. Sementara itu, untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan, masyarakat diminta menutup jendela, pintu, dan lubang ventilasi saat kepekatan kabut asap meningkat.

Selain itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Bagi warga yang mengalami sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, iritasi mata berat, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata dia.

Mualem juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, klinik, hingga pos kesehatan, disiagakan selama 24 jam untuk mendeteksi dan menangani dampak kabut asap.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten/kota diminta mengaktifkan kembali desk dan posko penanganan karhutla, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta menyiapkan rencana kontingensi dan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan TNI/Polri serta pemangku kepentingan terkait.

Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan informasi resmi mengenai peringatan karhutla dan kualitas udara melalui situs BMKG di www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.

“Untuk keselamatan pengguna jalan, masyarakat saya minta menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, serta berhenti di tempat aman apabila jarak pandang sudah membahayakan perjalanan,” kata Mualem.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed