Mengenal Pembinaan ASSIPA-SIS, Dari Aceh untuk Masa Depan Sepak Bola

BERITA5 Dilihat

BANDA ACEH – Dari lapangan sepak bola di Banda Aceh, anak-anak Aceh kini memiliki akses untuk mengenal sistem pembinaan yang terhubung dengan jaringan sepak bola internasional.

Hal tersebut menjadi salah satu yang ditawarkan Akademi Sepak Bola Spanyol Internasional Perjuangan Aceh (ASSIPA-SIS) melalui kerja sama dengan Spain International Sport (SIS).

ASSIPA-SIS resmi diperkenalkan di Aceh pada Juni 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan sistem pembinaan yang mengadopsi pendekatan sepak bola Spanyol sekaligus membuka peluang pengembangan pemain muda menuju lingkungan sepak bola yang lebih luas.

Pendiri ASSIPA-SIS, Prof Adjunct Dr Marniati MKes mengatakan kehadiran akademi tersebut merupakan bagian dari upaya membuka akses pembinaan sepak bola yang lebih terarah bagi generasi muda Aceh.

Menurutnya, kerja sama dengan SIS diharapkan tidak hanya melahirkan pemain yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada talenta-talenta Aceh untuk mengenal standar sepak bola internasional.

“Ini bukan sekadar membangun sebuah klub sepak bola, tetapi kita sedang merancang mimpi besar bagi anak-anak Aceh. Kehadiran SIS membuka gerbang bagi putra-putri Aceh yang memiliki prestasi untuk bisa menembus level dunia,” ujar Marniati.

Program akademi diperuntukkan bagi pemain berusia 8 hingga 17 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Peserta dibagi dalam tiga kelompok usia, yaitu 8-10 tahun, 11-13 tahun, dan 14-7 tahun, sehingga proses pembinaan dapat disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing pemain.

Dalam pelaksanaannya, pemain mengikuti latihan sebanyak empat kali dalam satu minggu. Latihan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara rutin dan terstruktur, dengan evaluasi perkembangan pemain secara berkala.

Kegiatan latihan dilaksanakan di sejumlah fasilitas olahraga di Banda Aceh, termasuk kawasan Lapangan Bezzie dan Stadion Harapan Bangsa.

Akademi juga didukung fasilitas penunjang seperti ruang ganti, ruang mandi, ruang salat dan ruang belajar, serta akses ke fasilitas gym dan kolam renang melalui kerja sama dengan pihak terkait.

Yang menjadi pembeda adalah hubungan ASSIPA-SIS dengan SIS. Melalui jaringan tersebut, pemain berkesempatan mendapatkan pembinaan dengan pendekatan sepak bola Spanyol dan berinteraksi dengan pelatih berlisensi internasional.

Sistem pembinaan juga tidak hanya berfokus pada teknik bermain. Aspek fisik, taktik, psikologi, nutrisi, karakter dan perkembangan mental pemain turut menjadi bagian dari proses pembinaan.

Bagi pemain muda, pendekatan seperti ini memberikan gambaran bahwa perjalanan menjadi pesepak bola membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Kemampuan teknis harus berjalan bersama kondisi fisik, kesiapan mental, pemahaman permainan dan karakter.

Peluang Mengikuti Soccer Try Out ke Spanyol

Hubungan dengan SIS juga membuka peluang bagi pemain untuk mengikuti program Soccer Try Out dan talent scouting yang melibatkan tim dari Spanyol.

Pemain yang memenuhi kriteria berpeluang mendapatkan kesempatan mengikuti program pembinaan di Spanyol, termasuk pengalaman berlatih dan bertanding dalam lingkungan sepak bola di negara tersebut.

Program ini memberikan jalur pengembangan yang berbeda bagi pemain muda. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat lokal, tetapi juga diperkenalkan dengan standar dan kultur sepak bola internasional sejak usia dini.

Terbuka untuk Pemain Muda Aceh

Bagi anak-anak yang ingin bergabung, ASSIPA-SIS membuka penerimaan peserta dengan sejumlah persyaratan administrasi. Calon peserta perlu mengisi formulir pendaftaran, melampirkan pasfoto ukuran 2×2 sebanyak dua lembar dan pasfoto 3×4 sebanyak dua lembar, surat izin orang tua, fotokopi akta kelahiran, serta fotokopi KTP ayah dan ibu.

Untuk program reguler, informasi awal akademi mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp100.000, biaya atribut Rp900.000, serta biaya pendidikan atau SPP sebesar Rp500.000 per bulan.

Informasi biaya dan ketentuan pendaftaran dapat mengikuti kebijakan terbaru yang ditetapkan akademi.

Peserta program juga mendapatkan sejumlah perlengkapan dan fasilitas pendukung, di antaranya seragam, pakaian latihan, tas dan kaus kaki.

Program pembinaan turut mencakup pendidikan karakter serta pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Spanyol sebagai bagian dari persiapan menuju lingkungan sepak bola internasional.

Dengan konsep tersebut, ASSIPA-SIS menempatkan pembinaan pemain sebagai proses jangka panjang. Setiap latihan, pertandingan dan evaluasi menjadi bagian dari perjalanan untuk melihat sekaligus mengembangkan potensi pemain.

Bagi Aceh, kehadiran ASSIPA menjadi salah satu upaya menghadirkan akses pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur bagi generasi muda.

Tidak semua anak yang mengikuti latihan akan menjadi pemain profesional, tetapi setiap pemain mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan bagaimana mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Dari Aceh, proses tersebut menjadi fondasi untuk membangun generasi pemain yang tidak hanya siap berkompetisi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal dunia sepak bola internasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *