Mahasiswa Unimal Asal Sumut, Sumbar dan Berbagai Propinsi di Lhokseumawe Mulai Resah

BERITA242 Dilihat

Lhokseumawe – Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Universitas Malikussaleh sekaligus Ketua Posko Siaga Bencana FISIP UNIMAL Irvan Siregar Ali, di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe menjelaskan kondisi pasca banjir di Aceh Utara dan Lhokseumawe masih memprihatinkan. Dia menilai kapasitas penanganan saat dan pasca banjir lemah.

“Ribuan mahasiswa perantauan dan warga kini menghadapi krisis, keterbatasan logistik, serta akses komunikasi yang terputus dengan orang tua dikampung halaman,”sebutnya, Senin (01/12).

Selain itu, Mahasiswa UNIMAL bersama warga menjadi saksi langsung kerentanan korban di lapangan, di mana bantuan yang tersedia masih jauh dari mencukupi.

Dalam situasi darurat ini, mahasiswa perantauan berada pada posisi paling rentan. Banyak mahasiswa luar daerah—khususnya dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan dari berbagai propinsi lainnya mengalami putus kontak dengan keluarga sehingga tidak memperoleh kiriman dana.

Ketua Posko Siaga FISIP UNIMAL, Irvan Siregar Ali, menyampaikan bahwa meskipun kondisi mahasiswa luar daerah dinyatakan aman, mereka sangat membutuhkan pasokan logistik, dapur umum, serta akses bantuan kemanusiaan yang lebih stabil.

Untuk merespons keadaan tersebut, mahasiswa membentuk Posko Siaga FISIP UNIMAL sejak hari pertama banjir guna mendeteksi keberadaan teman-teman, menampung laporan kehilangan, membuka pos pengaduan, dan melakukan evakuasi siaga di lingkungan kampus.

Irvan juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pihak rektorat yang segera menyalurkan bantuan masa panik sejak hari pertama musibah, sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa menciptakan kepanikan tambahan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penetapan Status Bencana ini perlu perhatian serius pemerintah pusat.

“Ini saya pikir kebutuhan mendesak agar akses sumber daya negara dapat terbuka lebih luas dalam menangani rehab-rekon pasca banjir, mengingat kerusakan cukup parah; rumah rusak, lahan rusak, kebun rusak, dan lain sebagainya,”ujarnya.

“Kami mahasiswa yang kuliah disini “siap menjadi relawan jika dibutuhkan, untuk membantu saudara-saudara kami di pedalaman Aceh Utara atau wilayah lain yang turut merasakan dampak bencana ini,” tutup Irvan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *