BANDA ACEH — Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas Galapana DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membahas percepatan penyelesaian jalur logistik Simpang KKA–Bener Meriah serta pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan terdampak bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di Posko Satgas Galapana DPR RI, Rabu, 7 Januari 2026. Rapat difokuskan pada percepatan penanganan tanggap darurat bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak dan terisolir.
Anggota Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, mengatakan sejumlah infrastruktur prioritas yang perlu segera ditangani meliputi akses jalan Simpang KKA–Bener Meriah, Jembatan Sawang, Jalan Riseh Teungoh, Jembatan Rambong Patong, serta Jembatan Gantung Cot Calang II di Kecamatan Sawang.
Baca Juga: Warga Diminta Segera Laporkan Kerusakan Rumah Sebelum 15 Januari
“Pemulihan infrastruktur ini sangat penting untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, arus logistik, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang bulan suci Ramadan,” ujar TA Khalid.
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan, Satgas Galapana DPR RI dan Kementerian PU juga berkoordinasi terkait percepatan pembersihan jalan-jalan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara yang terdampak bencana.
Menurut TA Khalid, DPR RI dan Kementerian PU sepakat mempercepat penanganan tanggap darurat sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
“Koordinasi percepatan ini penting agar akses masyarakat kembali normal. Kami ingin masyarakat Aceh Utara dapat menyambut Ramadan dengan aman dan nyaman,” kata TA Khalid.***











