Jadi Narasumber Rakor Pengembangan Ma’had Aly se-Aceh, Abiya Kuta Krueng Tekankan Kemandirian dan Jatidiri

BERITA905 Dilihat

Bireuen – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) sekaligus Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah, Dr. Tgk. H. Anwar Usman, MA yang akrab dikenal Abiya Kuta Krueng tampil sebagai narasumber dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Ma’had Aly yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kamis, 17 Juli 2025.

Acara yang berlangsung di Hotel Fajar, Bireuen, ini dihadiri oleh 100 peserta perwakilan dari enam Ma’had Aly di seluruh Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Aceh dalam memperkuat eksistensi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang berbasis kitab kuning (turāts) namun tetap adaptif terhadap tantangan zaman.

Dalam kesempatan itu, Abiya Kuta Krueng membawakan materi bertema: “Pembangunan Ma’had Aly sebagai Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul dan Mandiri.”

Abiya Kuta Krueng dalam paparannya menekankan pentingnya memperkuat jati diri Ma’had Aly sebagai lembaga ilmiah Islam yang tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan ulama klasik, tetapi juga melahirkan kader ulama intelektual yang mampu berkiprah di berbagai lini kehidupan umat.

“Ma’had Aly harus dibangun dengan visi kemandirian, baik dalam aspek akademik, tata kelola kelembagaan, maupun kontribusi sosialnya. Ini penting agar Ma’had Aly tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat peradaban ilmu Islam yang hidup dan berkembang,” ungkap Abiya Kuta Krueng yang juga Wakil Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali).

Lebih lanjut, Abiya juga mendorong agar seluruh pemangku kepentingan Ma’had Aly — baik pimpinan, dosen, maupun santri — terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan kurikulum, penguatan literasi kitab kuning, hingga integrasi program formal dan nonformal secara berimbang.

Rakor ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan visi dan langkah antara Ma’had Aly dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, khususnya dalam membangun pendidikan tinggi Islam berbasis dayah yang unggul, mandiri, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Aceh di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *