Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Sebut Pernyataan Trump untuk Redam Pasar

BERITA, DUNIA21 Dilihat

TEHERAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah adanya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Melalui akun media sosial X, Ghalibaf menyebut kabar negosiasi tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memengaruhi pasar minyak dan finansial global.

“Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak,” ujarnya, Senin, 23 Maret 2026.

Ia juga menuding narasi tersebut digunakan untuk mengalihkan perhatian dari situasi yang dihadapi Amerika Serikat dan Israel.
Ghalibaf menegaskan, pemerintah dan rakyat Iran tetap solid serta menuntut hukuman tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Ia mengklaim langkah tersebut diambil karena dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir berlangsung “sangat baik dan produktif”.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer gabungan yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengguncang pasar global dan penerbangan internasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *