BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Aceh, Dr Meurah Budiman SH MH, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) I Partai Perjuangan Aceh (PPA) Tahun 2026 yang digelar di Plenary Hall UUI, Senin (23/2/2026).
Dalam sambutannya, Meurah Budiman mengapresiasi Ketua Umum PPA Prof Adjunct Dr Marniati MKes, serta jajaran pengurus dan kader partai lainnya.
Meurah menilai kehadiran PPA sebagai partai politik lokal baru merupakan capaian penting yang membawa warna baru dalam dinamika demokrasi Aceh yang memiliki kekhususan dalam sistem kepartaian.
“Partai politik lokal adalah kekhususan yang hanya dimiliki Aceh. Ini adalah ruang demokrasi yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk menghadirkan gagasan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Meurah juga mengenang proses panjang yang dilalui PPA sebagai partai politik lokal, mulai dari perumusan nama, logo, dan lambang, hingga tahapan verifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, pembentukan partai bukanlah proses yang instan, melainkan hasil diskusi, kerja kolektif, serta komitmen bersama untuk menghadirkan wadah perjuangan yang sah secara hukum dan kuat secara organisasi.
Ia berharap PPA mampu melahirkan ide-ide segar dan gagasan konstruktif yang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Aceh, termasuk menjawab berbagai persoalan sosial dan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Aceh saat ini.
Menutup pesannya, Meurah Budiman mengingatkan seluruh kader PPA agar senantiasa menjaga komunikasi dan kekompakan internal.
Menurutnya, soliditas merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat dan dipercaya rakyat.
Sementara itu, Ketua Umum PPA Prof Adjunct Dr Marniati MKes menegaskan bahwa Raker I PPA yang mengusung tema “Membangun Politik Berdaulat di Bumi Aceh: Soliditas Kader, Keberpihakan pada Rakyat” menjadi momentum konsolidasi internal dan penguatan arah perjuangan partai ke depan.
Menurut Marniati kekuatan partai terletak pada soliditas kader. Tanpa solidaritas, kedisiplinan, dan loyalitas, partai tidak akan mampu berkembang.
Raker PPA juga diisi dengan pemaparan dua pemateri yakni Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni yang memaparkan materi berjudul “Mekanisme Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Lokal sebagai Peserta Pemilu” dan Praktisi Hukum dan Politik Dr M Nur Rasyid yang menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Keorganisasian dan Solidaritas Kader: Membangun Partai yang Kuat, Tertib, dan Berdaulat”.(*)












