FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

BERITA14 Dilihat

 

Banda Aceh— Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli, Kamis (5/3).

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni; FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, Fadhil Ilyas,  yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar Fadhil Ilyas.

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap Daddi Peryoga.

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *