Banda Aceh, 30 Agustus 2026 — Yayasan Rumah Lentera Habibi berkolaborasi dengan ALSA LC USK melalui ALSA Brave menyelenggarakan Brave Kids Festival dengan mengusung tema “Every Child is Brave: Berani Bermimpi, Berani Berkarya, dan Berani Menjadi Diri Sendiri.
” Kegiatan ini menghadirkan ruang bermain, belajar, berkreativitas, dan berinteraksi yang positif bagi anak-anak di Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 100 anak, yang terdiri atas 50 anak dari Rumah Baca Lentera Habibi dan 50 anak dari SOS Children’s Village.
Mempertemukan anak-anak dari dua lingkungan yang berbeda menjadi salah satu semangat utama kegiatan ini, agar mereka dapat berinteraksi, membangun pertemanan, serta mendapatkan pengalaman positif bersama.
Melalui tema yang diangkat, Brave Kids Festival mendorong anak-anak untuk berani mengenali dan mengembangkan potensi diri, mengekspresikan kreativitas, serta memiliki ruang untuk menjadi diri mereka sendiri dalam lingkungan yang aman dan suportif. Ketua Yayasan Rumah Lentera Habibi, Athaya Rumaisha, menyampaikan bahwa Brave Kids Festival merupakan bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang yang aman dan positif bagi anak-anak.
“Bagi kami, Brave Kids Festival bukan sekadar kegiatan bermain. Ini adalah ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, berteman, dan merasakan bahwa mereka didengar dan dihargai. Hari ini kita mempertemukan 100 anak dengan latar belakang yang berbeda, tetapi mereka memiliki hak yang sama untuk tumbuh, bermain, belajar, dan bermimpi,” ujar Athaya.
Selain kegiatan yang ditujukan bagi anak-anak, Brave Kids Festival juga memberikan perhatian pada peran orang dewasa dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak melalui sesi Parent Empowerment Workshop bertajuk “Building Safe Families: Strengthening Parents’ Role in Preventing Violence Against Children and Women.” Sesi ini diikuti oleh ibu-ibu relawan Yayasan Rumah Lentera Habibi serta ibu-ibu pendamping dari SOS Children’s Village.
Workshop tersebut menjadi ruang bagi para pendamping untuk memperoleh pemahaman dan penguatan mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun lingkungan yang aman, suportif, serta mampu mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kehadiran sesi Parent Empowerment Workshop juga menjadi bagian dari upaya untuk melihat perlindungan anak secara lebih menyeluruh.
Selain memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dan berekspresi, diperlukan pula keterlibatan orang tua dan pendamping sebagai lingkungan terdekat yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, mendengarkan kebutuhan anak, serta memberikan dukungan dalam proses tumbuh kembang mereka.
Menurut Athaya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak dan kebutuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Brave Kids Festival turut mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan komunitas, di antaranya SOS Children’s Village, Flower Aceh, PSKODISTA, Dinas P3A Kota Banda Aceh, Youth.id, Yayasan Geutanyo, Dharma Wanita Aceh, Forum Anak Banda Aceh (FOKBA), DP3A Aceh, Bank Aceh, Teman Pulih, BKKBN Aceh, Duta Genre, Pos Bantuan Hukum Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh, TK Nurul Amalia, dan YAKESMA Aceh.
Kegiatan ini juga semakin memperkuat aspek literasi melalui kehadiran Mobil Baca Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati aktivitas membaca dan mengenal berbagai bahan bacaan secara lebih menyenangkan.
Selain itu, kegiatan turut mendapat dukungan dari Ibu Darwati selaku Pembina Yayasan Rumah Lentera Habibi sekaligus Anggota DPD RI, serta para ibu relawan Rumah Baca Lentera Habibi yang selama ini secara konsisten mendampingi anak-anak dalam kegiatan literasi dan pembelajaran di rumah baca.
Project Officer ALSA Brave, Nadia Putri, bersama jajaran panitia ALSA Brave menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan yang dirancang sebagai ruang interaksi dan rekreasi edukatif bagi anak-anak, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, yayasan, komunitas, pemerintah, relawan, dan berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat menjadi awal dari semakin banyak inisiatif bersama yang berorientasi pada kepentingan, perlindungan, dan perkembangan anak.
“Kami percaya bahwa menciptakan lingkungan yang baik bagi anak-anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ketika organisasi mahasiswa, yayasan, pemerintah, komunitas, relawan, dan berbagai pihak bergerak bersama, kita dapat menciptakan ruang yang lebih besar bagi anak-anak untuk tumbuh dengan aman, percaya diri, dan bahagia,” tambah Athaya.
Melalui Brave Kids Festival, Yayasan Rumah Lentera Habibi dan ALSA LC USK berharap semangat “Every Child is Brave” dapat terus tumbuh di Aceh, tidak hanya dengan mendorong anak-anak untuk berani bermimpi, berkarya, dan menjadi diri sendiri, tetapi juga dengan memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap anak.
Tentang Yayasan Rumah Lentera Habibi
Yayasan Rumah Lentera Habibi merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pemenuhan hak anak, salah satunya melalui program Rumah Baca Lentera Habibi yang menghadirkan ruang belajar, literasi, pendampingan, serta kegiatan positif bagi anak-anak.










