Bangkit Kembali, PT Sumire Smile Aceh Resmi Beroperasi dengan Komitmen Ekologi dan Peningkatan Ekonomi Daerah

BERITA179 Dilihat

 

ACEH BESAR— Angin segar kembali berhembus di iklim investasi Aceh. Setelah sempat terhenti, Sumire Smile Indonesia kini kembali bangkit melalui entitas barunya, PT Sumire Smile Aceh.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi serpihan kayu (wood chips) ini secara resmi menandai operasionalnya pada sebuah acara peresmian yang digelar di Gedung operasional perusahaan, Jl. Laksamana Malahayati KM 19, Desa Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (09/04/2026).

Acara peresmian ini berlangsung khidmat dengan gelaran doa bersama yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan lokal.

Turut hadir dalam peresmian tersebut seluruh jajaran perangkat desa, muspika Kecamatan Mesjid Raya, Imam Mukim, hingga jajaran Tuha Peut Desa Durung.

Kehadiran para tokoh masyarakat ini menandakan dukungan moral dan harapan baru bagi ekosistem investasi di wilayah tersebut.

Direktur Utama PT Sumire Smile Aceh, Wan Wahyu Ramadhan, dalam sambutannya menceritakan kilas balik perjalanan investasi perusahaan.

Ia mengakui bahwa investasi Sumire Smile di Indonesia sebelumnya sempat mengalami kebuntuan dan terhenti akibat kendala dengan mitra perusahaan lokal yang dinilai kurang amanah dalam menjaga iklim investasi di Aceh.

Namun, kegagalan masa lalu tidak menyurutkan langkah perusahaan.

“Kini Sumire Smile Indonesia kembali bangkit dengan grup barunya, Sumire Smile Aceh. Kami kembali berminat dan berkomitmen penuh untuk berinvestasi dalam produksi wood chips di tanah rencong,” tegas Wan Wahyu Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, Wan Wahyu juga menyampaikan visi dan harapan besar perusahaannya ke depan.

“Saya berharap Sumire Smile Group dapat berjalan sukses dengan bersinergi bersama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin mengharumkan nama Indonesia, dan khususnya Aceh, di mancanegara melalui kualitas ekspor yang mumpuni. Di samping itu, kehadiran kami harus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan ekonomi terhadap masyarakat di daerah ini,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keberlanjutan ekosistem alam, peresmian ini tidak hanya ditandai dengan seremoni potong pita, tetapi juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan.

Pihak perusahaan bersama masyarakat melakukan penanaman bibit pohon akasia dan kaliandra secara simbolis. Aksi ini menjadi manifesto perusahaan bahwa kegiatan industri yang mereka jalankan akan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian ekologi alam yang terjaga.

“Dengan kembali hadirnya kami di sini, PT Sumire Smile Aceh berharap dapat diterima kembali oleh masyarakat luas. Kami bertekad untuk terus melangkah maju, memastikan investasi ini berjalan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutup Wan Wahyu Ramadhan.

Menyikapi peresmian fasilitas produksi PT Sumire Smile Aceh, Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi (Abu Salam), memberikan tanggapan positif dan apresiasi yang tinggi.

Dalam pernyataannya, Abu Salam menyambut baik kembalinya investasi Sumire Smile Group ke Aceh sebagai momentum penting untuk pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.

“Pemerintah Aceh tentu sangat menyambut baik comeback-nya Sumire Smile Group melalui PT Sumire Smile Aceh. Fakta bahwa mereka memilih untuk kembali berinvestasi di sini membuktikan bahwa Aceh masih memiliki daya tarik investasi yang sangat kompetitif di sektor sumber daya alam, khususnya komoditas wood chips untuk kebutuhan pasar global,” ujar Abu Salam.

Terkait pengalaman pahit perusahaan dengan mitra lokal di masa lalu, Abu Salam menegaskan bahwa Pemerintah Aceh saat ini terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para investor.

“Kita jadikan pengalaman masa lalu sebagai evaluasi bersama. Ke depan, kolaborasi antara Penanam Modal Asing (PMA) atau Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan pengusaha lokal harus didasari pada profesionalisme dan integritas yang tinggi.

Pemerintah akan terus mengawal agar setiap investasi yang masuk benar-benar aman, terlindungi, dan membawa multiplier effect (efek ganda) bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abu Salam juga mengapresiasi inisiatif pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh PT Sumire Smile Aceh pada hari peresmiannya.

“Langkah simbolis penanaman bibit akasia dan kaliandra ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Aceh terkait green investment atau investasi hijau. Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja secara masif, tetapi juga menuntut setiap korporasi untuk bertanggung jawab secara ekologis.

Harapan saya, sinergi yang terjalin hari ini antara pihak perusahaan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat Desa Durung dapat terus dipertahankan sehingga kehadiran PT Sumire Smile Aceh benar-benar membawa kesejahteraan yang berkah bagi rakyat Aceh,” pungkas Abu Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *