Nagan Raya, 08 April 2026 — Baitul Mal Aceh kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program bantuan usaha berbasis gampong. Salah satu kisah sukses hadir dari Gampong Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.
Pada tahun 2022, Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta kepada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) setempat. Bantuan tersebut ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Seiring berjalannya waktu, program ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Saat ini, BUMG Gampong Ie Beudoh mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp12 juta per bulan. Bahkan, unit usaha tersebut telah memproduksi sekitar 500 kotak per hari, meskipun permintaan pasar mencapai hingga 2.000 kotak per hari.
Keuchik Gampong Ie Beudoh Ikhsan Januarijal menyampaikan bahwa bantuan dari Baitul Mal Aceh menjadi faktor utama dalam berkembangnya usaha tersebut.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, usaha kami terus berkembang dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya melalui sistem bagi hasil,” ujarnya.
Selain meningkatkan pendapatan gampong, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Saat ini, sebanyak 22 orang tenaga kerja telah direkrut, seluruhnya merupakan warga gampong tersebut. Hal ini menunjukkan dampak nyata dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Menariknya, usaha tersebut juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Masyarakat gampong dan sekitarnya diperbolehkan mengambil air dari pipa lain yang siap dikonsumsi tanpa dipungut biaya, cukup memberikan sedekah seikhlasnya yang nantinya disalurkan ke masjid setempat.
Meski telah menunjukkan keberhasilan, pihak pengelola BUMG berharap adanya tambahan modal agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi tingginya permintaan pasar.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Baitul Mal Aceh pun berharap model pemberdayaan seperti ini dapat terus dikembangkan di berbagai gampong lainnya, guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat secara luas.






