Banda Aceh –Jurusan Farmasi Poltekes Kemenkes Aceh dan Fenolix berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengolahan limbah berbasis bahan alam.
Selaku praktisi akademisi, Dosen farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh selama ini berfokus pada pengembangan produk-produk kesehatan guna membantu menjalankan program pemerintah dalam peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Fenolix merupakan Usaha Pangan Fungsional di Banda Aceh berfokus dalam pembuatan dan pengembangan produk-produk nutraseutika, yaitu produk pangan fungsioanl berbasis tanaman herbal.
kedua instansi ini bersama-sama menjalankan pelatihan dengan tema “Dari Limbah Jadi Berkah: Inovasi Sabun Sereh-Jelantah dan Minuman Kelor-Kulit Naga Merah Untuk Hidup Bersih dan Imun Kuat Selama Wabah Influenza A”.
Kegiatan dilaksanakan di rumah Ketua PKK Gampong Geuce Inem Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025, ini merupakan realisasi dari Program PKK Geuce Inem dalam pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat, yang dihadiri oleh sekitar 50 ibu-ibu warga Gampong Geuce Inem.
Pada tahap awal, Tim Pengabdi memberikan penyuluhan terkait manfaat limbah minyak jelantah dan kulit buah naga merah, serta perkembangan wabah Influenza A dan diakhiri dengan manfaat tanaman herbal.

Tahap selanjutnya adalah pelatihan pembuatan sabun dan minuman peningkat imun tubuh secara simulasi sederhana serta pembagian modul pelatihan guna meningkatkan pemahaman peserta. Melalui kegiatan ini, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Banda Aceh turut mengambil peran dalam pendampingan pengolahan sabun dan minuman herbal dari limbah.
Dalam pelatihan ini, Dr. Rima Hayati, M.Si., apt., dan apt. Amelia Sari, M.Farm., selaku penyuluh dan traniner dari Farmasi Poltekes Kemenkes Aceh, memberikan pelatihan intensif mengenai cara pengolahan limbah minyak jelantah dan pembuatan sabun padat dengan penambahan ekstrak sereh dapur dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan oleh masyarakat di pasaran.
Selanjutnya, Nurmalia Zakaria, M.Farm., apt., selaku penyuluh dan trainer dari Fenolix serta praktisi akademisi dari Akafarma Banda Aceh, memberikan informasi terkait manfaat tanaman herbal sebagai imunostimula selama wabah Influenza A serta melatih cara mengolah daun kelor dan limbah kulit buah naga merah menjadi minuman yang enak dan menyegarkan.
Pelatihan disampaikan secara interaktif dengan metode diskusi-simulasi dan penggunaan modul pelatihan, sehingga para peserta dapat langsung mempraktikkan cara pembuatan sabun dan minuman immnostimulan.
Ketua pelaksana kegiatan, Burdah, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk merealisasikan program PKK Geuce Inem dan implementasi nyata pemanfaatan limbah dan tanaman herbal guna membantu meningkatkan kesehatan hidup masyarakat khususnya warga gampong Geuce Inem.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga gampong Geuce Inem mampu memanfaatkan dan mengolah limbah minyak jelantah serta tanaman herbal seperti sereh, daun kelor dan limbah kulit buah naga merah menjadi produk yang lansung dapat digunakan sehari-hari” ujar Burdah.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Sebanyak 58 peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu memahami cara pengolahan dan pembuatan sabun dan minuman dari campuran limbah dan tanamah herbal, dengan peningkatan pemahaman mencapai 82 persen dibandingkan sebelum pelatihan.
Peserta juga memperoleh wawasan baru mengenai wabah Influenza A yang sedang menjadi fenomena penyakit di Indonesia khususnya di Banda Aceh saar ini serta upaya dalam mencegah dan mengatasinya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Gampong Geuce Inem dan PKK setempat. Keuchik dan Ketua PKK Gampong Geuce Inem, Ir. Herlina, turut hadir dan menyediakan ruang pelatihan di rumah kediamannya.
Dalam sambutannya, Herlina menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan oleh tim penyuluh dan trainer dari dua perguruan tinggi dan Fenolix tersebut.
“Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga geuce inem khususnya ibu-ibu yang merupakan pondasi utama dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, serta dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu capaian penting dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di tingkat desa. Melalui pembentukan dan pelatihan UMKM herbal, diharapkan pendapatan keluarga dapat meningkat serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesehatan keluarga, tim pengabdian masyarakat melaksanakan pelatihan inovatif bagi kelompok PKK berupa pembuatan sabun padat herbal dari campuran limbah minyak jelantah dan sereh, serta pelatihan minuman kekinian berbahan daun kelor dan kulit naga merah.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program ekonomi sirkular dan Program Indonesia Sehat, karena selain mengurangi limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan, juga menghasilkan produk alami yang bermanfaat bagi kesehatan dan bernilai ekonomi.
Pemanfaatan limbah minyak jelantah yang diolah kembali menjadi sabun antiseptik beraroma sereh, selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga memperkenalkan inovasi minuman fungsional dari daun kelor dan kulit naga merah yang kaya antioksidan, untuk memperkuat daya tahan tubuh dan membantu mencegah infeksi penyakit seperti Influenza A.
Melalui kegiatan ini, anggota PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang pengolahan bahan alam lokal, tetapi juga diberdayakan untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk herbal ramah lingkungan.
Program ini mencerminkan sinergi antara pemberdayaan perempuan, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, dan berdaya secara ekonomi.
Dengan adanya sinergi antara Poltekes Kemenkes Aceh, Akafarma Banda Aceh, Fenolix dan Pemerintah Gampong Geuce Inem, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, Usaha Pangan Fungsional dan masyarakat mampu menciptakan inovasi produk yang berdaya guna tinggi.









