Atas Arahan Mualem, Dinas ESDM Aceh dan Pertamina Putra Niaga Gerak Cepat Jaga Pasokan BBM untuk Masyarakat

BERITA94 Dilihat

 

Banda Aceh – Sesuai arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina Patra Niaga wilayah Aceh memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman dan lancar di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, ST, M.Si, dan Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

“Insya Allah stok BBM dalam kondisi aman, pasokan ke SPBU juga berjalan lancar,” ujar Taufik di Banda Aceh, Senin (1/12/2025).

Menurut Taufik, seluruh Fuel Terminal (depot BBM) yang ada di wilayah Aceh beroperasi normal dan tidak terdampak secara signifikan oleh bencana.

Pertamina bersama Dinas ESDM Aceh terus memantau pergerakan suplai dan kondisi jalur distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah Aceh juga menyiagakan posko koordinasi darurat yang memantau pasokan energi harian di setiap kabupaten/kota terdampak banjir.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Aceh, Misbah Bukhori, menambahkan bahwa distribusi BBM di beberapa wilayah masih dalam tahap pemulihan akibat akses jalan yang tergenang dan tertutup material longsor.

Beberapa armada mobil tangki masih terkendala di lapangan karena kondisi jalan yang berubah-ubah. Namun armada lain yang dapat bergerak terus dimaksimalkan untuk menjaga pasokan ke SPBU-SPBU prioritas,” ujarnya.

Untuk wilayah yang sempat terisolasi akibat bencana, Pertamina menerapkan jalur distribusi alternatif dengan sistem suplai bertahap sesuai kondisi akses di lapangan. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat, khususnya di daerah pedalaman dan pegunungan, tetap terlayani meski dengan waktu pengiriman yang lebih lama.

Kami pastikan tidak ada daerah yang dibiarkan tanpa suplai energi,” tegas Misbah.

Selain itu, sejumlah SPBU di Banda Aceh dan daerah yang tidak terdampak bencana tetap beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan harian warga.

Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak, agar distribusi dapat berjalan merata di seluruh wilayah.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menegaskan bahwa tindakan penimbunan BBM tanpa izin akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami bersama aparat akan menindak tegas pelaku penimbunan atau penjualan ilegal BBM di tengah situasi darurat ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa arahan Gubernur Mualem sangat jelas: Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan, sambil terus menjaga stabilitas dan keamanan pasokan di seluruh Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *