Banda Aceh– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh resmi menggelar Anugerah Inovasi Aceh (AIA) 2025, sebuah ajang penghargaan yang ditujukan untuk mendorong lahirnya inovasi daerah demi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Aceh dengan mengusung tema “Akselerasi Inovasi Ekonomi untuk Peningkatan Kualitas Infrastruktur, SDM Unggul, dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Aceh”.
Menurut Plh. Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan infrastruktur, memperkuat SDM, mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif, serta membantu upaya pengentasan kemiskinan di Aceh.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah, sekaligus mendukung visi “Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.” ungkap Zulkifli.
Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, juga menambahkan bahwa inovasi bukan hanya kompetisi tahunan, tetapi harus menjadi budaya kerja pemerintah. “Saya berharap setiap SKPA, terutama yang mengurus pelayanan publik, dapat menciptakan inovasi baru dan melaporkannya secara berkala. Inovasi harus hidup di setiap lini pemerintahan kita,” tegasnya.
Tim Penilai AIA Tahun 2025 ditetapkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil, sehingga penilaian dilakukan secara objektif dan multisektoral. Seleksi dilakukan melalui mekanisme berjenjang, mulai dari sosialisasi, pembinaan teknis, pengumpulan dan verifikasi dokumen.
Penilaian Inovasi Aceh dan pemberian penghargaan Gubernur Aceh pada Anugerah Inovasi Aceh merupakan bagian pelaksanaan rangkaian kegiatan tata kelola inovasi daerah di Provinsi Aceh yang dimulai sejak tahap penjaringan dan pelaporan inovasi daerah pada sistem BSKDN Kemendagri.
Sedikitnya 58 inovasi daerah masuk dalam nominasi yang diajukan oleh berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Proses penilaian dilakukan secara berlapis mulai dari bimbingan teknis, pengumpulan dokumen inovasi, verifikasi dan desk review, presentasi, hingga penjurian dan penetapan pemenang.
Dari 58 Inovasi, hanya 28 masuk Finalis yang dinilai langsung oleh Tim Penilai Inovasi Aceh. Tahapan penjurian berlangsung sejak 10-14 November di Kantor Bappeda Aceh. Pemenang AIA 2025 akan diumumkan pada puncak acara Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2025 pada 2 Desember mendatang di Anjong Mon Mata.
Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Aceh, Muhajir, ST., MT. menjelaskan bahwa AIA menjadi salah satu ajang bergengsi bagi Pemerintah Aceh untuk terus memacu budaya inovasi. “Kami berharap penghargaan ini meningkatkan semangat berinovasi setiap SKPA ke depan,” ujarnya.
Dengan tema “Akselerasi Inovasi Ekonomi untuk Peningkatan Kualitas Infrastruktur, SDM Unggul, dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Aceh”, AIA 2025 diharapkan menjadi momentum besar bagi kemajuan pembangunan Aceh di masa depan.
*Daftar Finalis AIA 2025*
*Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Aceh*
PenTas di PeTA Cinta (Pengabdian Tanpa Batas di Pedalaman Untuk Negeriku Tercinta)
SIKARZA (Sistem Informasi Karyawan RSUD dr. Zainoel Abidin): ONE CLICK FOR ALL
JMS (Journal of Medical Science)
TAGTO (Terapi Ablasi Gondok Tanpa Operasi)
PIJOKSIN (Pijat Oksitoksin)
SEMISI (sepakat, komitmen, dan aksi)
*Rumah Sakit Jiwa*
SEURAMOE SEHAT JIWA
*Dinas Perhubungan Aceh*
Aplikasi Trans Koetaradja
Trans Campus
*Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh*
Mangrove Park Lampulo (Kolaborasi Cerdas Pengelolaan RTH Pelabuhan Perikanan)
*Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh*
SIPAT (Sistem Informasi Pengelolaan Air Tanah)
*Dinas Pengairan*
OM BATMAN (Operasi Memantau Batas Muka Air Normal)
*Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh*
Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Benih Bersertifikat (Peng Sinaberkat)
*Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh*
Satu Data Aceh
*Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh*
Pos Layanan Konsultasi dan Pengaduan Perselisihan Hubungan Industrial
*Dinas Registrasi Kependudukan Aceh*
Pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA)
Solusi Cepat Adminduk (FASTDUK)
*Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh*
Sistem Informasi Gampong (SIGAP)
*Badan Kepegawaian Aceh*
CAT UDIN (Computer Assisted Test – Ujian Dinas & Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat)
*Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh*
SIKULA
*Dinas Kesehatan Aceh*
E-Profilkes Terintegrasi
Biro Administrasi Pembangunan
SiTranspor (Sistem Informasi Trampil dan Sigap Pelaporan)
*Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh*
RUMAH KEMASAN ACEH
*Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh*
SIBACA (Literasi berbasis Mall Baca)
*Dinas Pertanahan Aceh*
Sistem Informasi Manajemen Pertanahan (SIMTANAH)
*Dinas Pendidikan Aceh*
SIDAKOTA (Sistem Informasi Data Sekolah Kita)
SMK Negeri 3 Banda Aceh
Polibuku Motif Aceh
SLBN Pembina Prov.Aceh
PEULAKAT (Podcast Edukasi Literasi ABK Tangguh) Berbasis Kearifan Lokal












