Anak Muda Aceh Ciptakan Aceh AI, Kenalkan Qanun dan UMKM Lewat Teknologi

BERITA125 Dilihat

BANDA ACEH – Provinsi Aceh kembali mengukir sejarah, kini salah seorang anak muda Aceh mampu membuat teknologi Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang di beri nama Aceh AI. Gagasan visioner tersebut dicetuskan oleh Adam Tri Wibowo dengan tujuan menghadirkan AI yang memahami kekhasan daerah, mulai dari produk hukum hingga potensi UMKM.

“Jadi, Aceh AI ini kita buat supaya produk Aceh lokal itu bisa punya platform pencerdasan artificial teknologi yang kekinian. Ini kan lagi hype-nya AI semua nih. Nah, selama ini kan AI yang ada emang modelnya yang sudah terbit. Nah, kita mau ada AI yang khusus Aceh, gimana nanti modelnya ini kita latih dengan segala pengetahuan yang ada di Aceh, baik itu UMKM-nya, baik itu produk hukumnya,” kata Adam, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menyebutkan terdapat dua spesifikasi AI, yakni produk hukum berupa Qanun dan informasi mengenai UMKM lokal.

“Qanun merupakan salah satu produk hukum yang ada di Aceh. Nggak ada daerah lain, negara lain yang punya produk hukum yang namanya Qanun dan hanya di Aceh. Salah satu produk hukum yang ada di Aceh yang diterbitkan hanya orang Aceh yang punya aturan itu. Nah, makanya masyarakat kan nggak tahu nih qanun-qanun apa aja yang sudah terbit, yang sudah diterbitkan. Nah, makanya dengan ini orang sekarang tinggal bertanya. Nah, kita akan latih modelnya itu untuk dapat pengetahuan tentang Qanun Aceh,” sebutnya.

Kemudian, spesifikasi kedua ialah informasi mengenai UMKM lokal. Dimana memuat berbagai informasi produk-produk unggulan UMKM Aceh. Masyarakat bisa mengetahui produk lokal Aceh yang berskala Internasional, seperti, tas, sovenir, anyaman, kopi dan sebagainya yang khas di Aceh. Tidak hanya menampilkan nama produk, tetapi juga sejarah, filosofi, serta informasi pendukung lainnya.

Selain itu, dengan adanya produk AI tersebut, pengguna bisa bertanya dan dalam waktu singkat maka akan keluar jawaban sesuai dengan pertanyaan yang telah di ajukan. Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan berbagai dinas untuk bekerja sama dalam penyediaan dataset atau data terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran AI.

“Nanti datanya itu kita ambil dari beberapa dinas. Rencana kita akan bangun MOU-nya lain untuk kita bisa mendapatkan data set-nya. Ini kan data set atau data yang terbuka. Data yang bisa diaktifkan oleh masyarakat luas. Ini yang menjadi pilar-pilar utama untuk kita bangun Aceh AI ini supaya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Ia berharap Aceh dapat menjadi salah satu provinsi yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan AI berbasis potensi daerah, baik dalam pelayanan pemerintahan maupun dunia pendidikan.

“Apalagi di sektor pendidikan dan sektor pekerja profesional. Hari ini kita pake AI juga di sektor pekerja. Cuman harapannya Aceh salah satu provinsi yang sudah menggunakan AI dengan  baik di bidang pemerintahan maupun di pendidikan,” katanya.

Menurutnya, saat ini belum banyak orang yang fokus pada bidang digital seperti AI di Aceh. Oleh karena itu, ia ingin membangun Aceh dari bidang digital.

“Di bidang ini emang masih sangat terbatas orang yang menekuninya dan inilah salah satu kita bangun. Kalau nggak sekarang kita buat, siapa lagi yang membuatnya? Kalau kita nggak bangun nama Aceh, siapa lagi yang akan ngangkat nama Aceh? Kita sendiri yang disini, kita bangun. Bahwa Aceh bisa loh bersaing secara nasional maupun internasional untuk membangun suatu produk digital. Ini kan suatu produk digital,” ucapnya.

Adam mengaku pengembangan Aceh AI berangkat dari latar belakang pendidikannya di bidang komputer sejak jenjang vokasi hingga magister, serta pengalaman mengembangkan berbagai aplikasi berbasis teknologi.

Ke depan, ia berharap pengembangan Aceh AI mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sehingga platform tersebut dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat Aceh dan menjadi salah satu produk digital kebanggaan daerah.(AJNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *