Aceh Besar Produksi 200 Ton Sampah per Hari

BERITA24 Dilihat

ACEH BESAR – Produksi sampah di Kabupaten Aceh Besar mencapai sekitar 200 ton per hari. Namun, kemampuan penanganan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat baru mampu mengelola sekitar 120 ton per hari, sehingga puluhan ton sampah belum tertangani secara optimal.

Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Keterbatasan armada pengangkut, jumlah petugas kebersihan, serta luas wilayah pelayanan menjadi faktor utama belum maksimalnya pengelolaan sampah.

“Dengan kondisi tersebut, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di tingkat desa menjadi solusi penting untuk meringankan beban pemerintah daerah,” kata M. Ali, Rabu, 4 Februari 2026.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meresmikan TPS 3R Asan Berseri di Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro. TPS 3R ini merupakan yang ketiga beroperasi di Aceh Besar setelah sebelumnya hadir di Kecamatan Simpang Tiga dan Kecamatan Mesjid Raya.

M. Ali menyebutkan, TPS 3R di Aceh Besar telah dibangun di sejumlah gampong, yakni Punie, Lamkawe, Ateuk Cut, Meunasah Kulam, Tanjong Selamat, Leu Eu, dan Lam Asan. Namun, saat ini TPS 3R yang aktif beroperasi baru berada di Gampong Ateuk Cut, Leu Eu, dan Lam Asan.

“Pembangunan TPS 3R ini bersumber dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar,” kata M. Ali.

Selain berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, TPS 3R juga dinilai memiliki potensi ekonomi dan sosial, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan desa, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai jual.

M. Ali berharap pengelolaan TPS 3R Asan Berseri dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan pembinaan dan pelatihan dari DLH, sehingga pengolahan sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, berharap TPS 3R Asan Berseri dapat menjadi contoh bagi gampong lain di wilayahnya dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik menggunakan teknologi tepat guna, sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi desa dan membuka lapangan kerja,” ujar Zahrul.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *