Dr Marniati Dukung Penuh Rekomendasi Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II 

BERITA10 Dilihat

BANDA ACEH – Prof Adjunct Dr Marniati MKes menyatakan dukungan penuh terhadap rekomendasi dan resolusi Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II yang diselenggarakan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia di bawah pimpinan Abuya Syekh Haji Amran Wali Al-Khalidi, pada 9-11 Oktober 2026 di Banda Aceh.

Dukungan tersebut didasarkan pada pentingnya nilai-nilai tauhid dan tasawuf dalam memperkuat moralitas kepemimpinan, membangun kehidupan sosial yang berlandaskan ajaran Islam, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Menurut wanita yang juga merupakan Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) ini, rekomendasi yang dihasilkan dalam muzakarah tersebut memiliki arti penting, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi upaya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab moral.

Ia menilai, ajaran tauhid dan tasawuf yang berlandaskan nilai ihsan perlu menjadi salah satu landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

“Nilai nilai tauhid dan tasawuf mengajarkan manusia untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran moral. Nilai-nilai inilah yang penting untuk dihadirkan dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan penyelenggaraan pemerintahan,” demikian pandangan yang sejalan dengan rekomendasi muzakarah tersebut.

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II dihadiri perwakilan ulama sufi dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Palestina, Suriah, Maroko, dan Mesir.

Forum yang berlangsung selama tiga hari itu membahas berbagai persoalan keumatan, keagamaan, sosial, budaya, politik, dan kenegaraan.

Dalam rekomendasinya, para ulama menyerukan agar nilai nilai tauhid dan kesufian yang berlandaskan ajaran ihsan lebih digalakkan dalam membangun kehidupan masyarakat muslim.

Ajaran tersebut diharapkan mampu membentuk akhlak mulia sekaligus memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Muzakarah juga menyerukan kepada para pemimpin dan pemerintah di negara negara muslim agar memperkuat hubungan dengan para ulama serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan kebangsaan.

Para ulama sufi turut diajak memperteguh komitmen terhadap ajaran tauhid dan kesufian demi kemajuan dunia Islam dan terwujudnya peradaban global yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Dorong Pemerintahan yang Adil dan Berpihak kepada Masyarakat

Salah satu poin penting dalam rekomendasi tersebut secara khusus ditujukan kepada masyarakat Indonesia, yakni seruan agar pemerintah dan para ulama bersatu dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kesufian.

Tujuan akhirnya adalah mewujudkan kemakmuran, keadilan sosial yang merata, serta pemerintahan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bagi PPA, semangat tersebut relevan dengan pentingnya menghadirkan nilai moral, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan politik dan penyelenggaraan negara.

Politik, dalam perspektif ini, tidak semata-mata berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Karena itu, dukungan terhadap rekomendasi muzakarah diharapkan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja bersama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II menegaskan pentingnya menyebarluaskan dan merealisasikan rekomendasi yang telah dihasilkan agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat, bangsa, dan masyarakat dunia.

Dukungan Ketua Umum PPA Prof Adjunct Dr Marniati MKes terhadap rekomendasi tersebut menjadi penegasan atas pentingnya nilai nilai keagamaan, moralitas, dan kemanusiaan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *