Dari Medan Menuju Eropa, Prof. Adjunt Dr. Marniati Resmikan Akademi Sepak Bola Internasional AFSI-DSU

BERITA16 Dilihat

MEDAN – Dunia olahraga Sumatera Utara mendapat angin segar dengan diresmikannya Akademi Football Spanyol Internasional Deztron Sumatera Utara (AFSI-DSU) di Stadion Universitas Negeri Medan (Unimed), Rabu (24/6/2026). Akademi sepak bola berstandar internasional ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus membuka peluang lahirnya pesepak bola profesional dari Sumatera Utara yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Peresmian AFSI-DSU berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh olahraga nasional maupun daerah, di antaranya mantan Ketua Umum PSSI Johar Arifin Husein, Ketua Umum KONI Sumatera Utara Hatunggal Siregar, perwakilan PSSI Sumut Yosephine Sembiring, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed Imran Akhmad, serta sejumlah mantan pemain PSMS Medan. Sebagai bagian dari peluncuran akademi, panitia juga menggelar pertandingan ekshibisi antara SSB Gumarang FC melawan Mayang Putra yang menjadi simbol dimulainya pembinaan usia muda di AFSI-DSU.

Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) sekaligus Pembina AFSI-DSU, Prof. Adjunt Dr. Marniati, SE., M.Kes., mengatakan akademi tersebut merupakan cabang kedua di Indonesia setelah sebelumnya hadir di Aceh. Menurutnya, kerja sama dengan Speed International Sport (SIS) Spanyol menjadi langkah strategis karena lembaga tersebut memiliki reputasi internasional dalam pengembangan bakat sepak bola usia dini dan telah memiliki jaringan akademi di 141 negara.

Marniati menjelaskan, AFSI-DSU tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknik bermain, tetapi juga membuka peluang bagi para pemain muda Sumatera Utara untuk merasakan atmosfer sepak bola Eropa. Setiap tahun, tiga pemain terbaik hasil seleksi akan diberangkatkan ke Spanyol untuk mengikuti program pelatihan dan pertandingan bersama klub-klub di negara tersebut. Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi lahirnya pesepak bola Sumut yang berkiprah di level internasional.

Selain itu, seluruh proses pembinaan akan berada di bawah pengawasan langsung SIS Spanyol. Para pelatih lokal akan mendapatkan pendampingan, evaluasi, serta kurikulum latihan yang mengacu pada filosofi sepak bola Spanyol yang menitikberatkan pada penguasaan bola, kecerdasan taktik, pemahaman ruang, dan pengambilan keputusan di lapangan. Dengan sistem tersebut, kualitas pembinaan di Medan diharapkan mampu memenuhi standar internasional.

Sementara itu, CEO AFSI, Josele Gonzales, menegaskan bahwa filosofi sepak bola Spanyol telah terbukti melahirkan banyak pemain berkualitas dunia. Melalui kehadiran AFSI-DSU, ia optimistis semakin banyak talenta muda Sumatera Utara yang mendapatkan akses pembinaan profesional dan peluang meniti karier hingga ke Eropa. Antusiasme masyarakat yang tinggi bahkan telah mendorong rencana pembukaan cabang akademi serupa di berbagai daerah lain di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sulawesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *