Keluhan Ibu Tunggal Korban Banjir: Hidup Makin Sulit, Disuarakan ke Ketua Umum PPA

BERITA49 Dilihat

Bireuen– Kunjungan Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Prof. Adjunct DR. Marniati M.Kes, pada Sabtu (15/4/2026) ke Dayah Budi Al-Mukhtari, Pante Pisang, Matang, disambut haru oleh warga dan santri. Ratusan warga menyambut rombongan dengan doa dan air mata kebahagiaan, menyaksikan langsung penyerahan bantuan untuk ibu-ibu tunggal serta janda korban banjir.

Kehadiran Prof. Marniati didampingi petinggi PPA, termasuk pengurus partai, pembina, sekretaris Jenderal (Sekjen), Ketua Harian, dan Wakil Ketua. Kunjungan ini juga didampingi Ustadz Zul Arafah, yang sangat mendukung inisiatif bantuan bagi janda dan ibu tunggal pasca-bencana.

Di tengah suasana haru, seorang ibu tunggal korban banjir menyuarakan kesulitannya: rumah rusak berat akibat bencana, lapangan kerja hilang, dan tiga anak yatim yang harus dihidupi tanpa penerimaan tetap. “Sekarang pekerjaan tidak ada, anak-anak yatim piatu ada tiga yang harus saya biayai,” keluhnya dengan suara bergetar.

Seorang ibu tunggal usia lanjut juga berbagi kesedihan: rumah rusak parah, peralatan rumah tangga hancur, suami telah tiada, dan kebutuhan hidup sehari-hari sulit terpenuhi. Kondisi ini makin menekan di tengah ketiadaan dukungan pekerjaan.

Prof. Marniati M.Kes menyerahkan bantuan materi secara pribadi, sambil menyampaikan pesan inspiratif. “Ini wujud cinta dan kepedulian kami pada wanita kuat yang mampu menjaga anak-anak meski tanpa suami,” ujarnya. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan janda, khususnya lansia, dengan program bantuan intensif.

Kegiatan silaturahmi dengan santri dan penyerahan bantuan ini menegaskan komitmen PPA dalam mendampingi masyarakat pasca-bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *