TIM Medis RSIA Cempaka Az-Zahra Berhasil Tangani Kasus Langka Kelainan Alat kelamin

BERITA, KESEHATAN184 Dilihat

Banda Aceh – Tim medis Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Cempaka Az-Zahra berhasil menangani kasus medis langka, agenesis vagina dengan anus ektopik, hipoplasia uterus-cervix pada seorang wanita dewasa di Aceh. Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita terlahir tanpa saluran vagina, rahim yang kurang berkembang (sangat kecil) dan letak anus tidak pada tempatnya (area perineum).

Kasus ini dialami seorang perempuan berusia 24 tahun. Kondisinya paling kompleks, karena letak uretra dan anus yang sangat berdekatan dengan ketiadaan liang vagina.

Kabid Non Medis RSIA Cempaka Az Zahra, Sofran, menjelaskan, bahwa kelainan saluran reproduksi bawaan (duktus muller) secara keseluruhan terjadi pada 0,1 sampai 7 persen dari populasi dengan berbagai variasi anomali. Di Aceh, sejak 2021 uroginekologi mulai dikembangkan, terdapat beberapa kasus kongenital serupa sudah dilaksanakan.

Operasi dilakukan oleh tim dokter spesialis uroginekologi RSIA Cempaka Az-Zahra dr. Roziana, M.Ked, Sp.OG, Sub.sp UroginRe; dokter spesialis uroginekologi RSCM Jakarta Dr. dr. Tyas Priyatini SpOG SubSp. UroginRe, dokter spesialis uroginekologi RS Djamil Padang. dr. Wael Oemar; dan dokter spesialis uroginekologi RS Persahabatan Jakarta dr. Yulia Margaretha SpOG Subsp. UroginRe.

Mereka melakukan operasi rekonstruksi dengan penuh kehati-hatian. “Kasus agenesis vagina bukan hanya tantangan medis, tetapi juga tantangan psikologis bagi pasien. Dengan keberhasilan operasi ini, kami berharap pasien dapat menjalani hidup baru dengan lebih percaya diri dan bermakna,” ujar Sofran

Direktur RSIA Cempaka Az-Zahra Dr. dr. Putri Ilham Sari, MARS turut memberikan apresiasi atas dedikasi tim medis. “Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa RSIA Cempaka Az-Zahra berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan penuh kepedulian. Kami ingin masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, karena kelainan apapun akan lebih baik jika dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujarnya.

Kasus langka ini menjadi momentum penting bagi dunia medis di Aceh, sekaligus bukti bahwa pelayanan kesehatan di daerah mampu menjawab tantangan medis tingkat tinggi.

RSIA Cempaka Az-Zahra mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, karena dari deteksi dini, harapan baru bisa selalu ditemukan.(Popularitas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *