Putri Aceh Bangun Dua Universitas di Barat Indonesia, Prof Marniati Tegaskan Pendidikan Jalan Perubahan Daerah

BERITA63 Dilihat

 

BANDA ACEH — Sosok Prof Adjunct Dr Marniati dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Aceh yang berhasil menorehkan jejak kuat dalam dunia pendidikan tinggi. Putri asal Aceh ini menjadi pendiri dua perguruan tinggi sekaligus, yakni Universitas Ubudiyah Indonesia di Banda Aceh dan Universitas Deztron Indonesia di Sumatra Utara. Kiprah tersebut menempatkannya sebagai figur perempuan visioner yang konsisten memperluas akses pendidikan berkualitas di kawasan barat Indonesia.

Perjalanan Prof Marniati tidak dimulai dari posisi puncak. Ia menapaki karier dari staf administrasi di STIKes Ubudiyah, lalu secara bertahap membangun institusi tersebut hingga berkembang menjadi Universitas Ubudiyah Indonesia yang kini dikenal luas sebagai salah satu kampus unggulan di Aceh. Transformasi tersebut menjadi bukti ketekunan, kepemimpinan, dan visi jangka panjangnya dalam memajukan pendidikan daerah.

Tidak berhenti di Aceh, Prof Marniati kemudian memperluas kontribusinya dengan mendirikan Universitas Deztron Indonesia di Sumatra Utara. Kehadiran kampus ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaringan pendidikan tinggi berbasis inovasi dan kewirausahaan, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan berkualitas di wilayah barat Indonesia.

Selain aktif sebagai akademisi dan entrepreneur pendidikan, Prof Marniati juga dipercaya memimpin Partai Perjuangan Aceh (PPA). Melalui peran tersebut, ia mendorong agenda pemberdayaan perempuan, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan generasi muda berbasis pendidikan dan nilai integritas sebagai fondasi kemajuan daerah.

Bagi Prof Marniati, pendidikan adalah kunci utama perubahan sosial dan kemajuan masyarakat. Konsistensinya membangun dua universitas menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan perempuan Aceh mampu menghadirkan transformasi besar di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat harapan lahirnya generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *