Prof. Adjunct DR. Marniati: Aceh Tamiang Harus Bangkit Lewat Pendidikan.

BERITA11 Dilihat

 

Disampaikan dalam Acara Serah Terima Bantuan MAIPS dan Rakyat Perlis, 5 Maret 2026

ACEH TAMIANG — Sambutan Prof. Adjunct Marniati dalam acara serah terima bantuan dari Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPS) dan rakyat Perlis, Malaysia, pada Rabu, 5 Maret 2026, sukses menyedot perhatian publik. Dengan suara lantang dan penuh makna, beliau menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan kebangkitan Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang harus bangkit lewat pendidikan, bukan sekadar harapan dan kata-kata! Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan dan kebodohan,” tegas Prof. Marniati disambut tepuk tangan meriah.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil jika pendidikan diabaikan. Sekolah harus dibenahi dengan fasilitas modern, kurikulum diperbarui sesuai kemajuan zaman, dan para guru harus diberdayakan agar mampu mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, serta siap bersaing secara global.

Menyentuh sisi reflektif, Prof. Marniati mengajak masyarakat belajar dari sejarah Jepang setelah tragedi bom Hiroshima.

“Saat Jepang luluh lantak oleh bom, hal pertama yang ditanyakan pemerintahnya bukan berapa gedung yang tersisa, tapi berapa guru yang masih hidup Itu karena mereka tahu — guru dan pendidikan adalah aset paling berharga untuk membangkitkan negara dari kehancuran,” ujarnya berapi-api.

Ia menegaskan, Aceh juga harus meneladani semangat itu: menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk membangun peradaban dan kekuatan baru.

“Kalau Jepang bisa bangkit dan menjadi negara maju hanya dengan berpegang pada nilai pendidikan, Aceh Tamiang pun bisa melakukan hal yang sama jika kita semua bersatu membangun generasi berilmu,” ucapnya penuh keyakinan.

Di akhir sambutannya, Prof. Marniati berpesan agar para anak muda Aceh Tamiang tidak menyerah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, bahkan ke luar negeri.

“Pilih universitas yang berwawasan global dan berprestasi internasional. Dunia kerja kini terbuka bagi mereka yang berani, pintar, dan berwawasan luas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *