JAKARTA – Sasmaini, perempuan muda asal Kampung Jelobok, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus lima besar ajang Puteri Pendidikan Indonesia 2025.
Ajang tingkat nasional yang digagas Yayasan Pemuda Prestasi Indonesia itu digelar di Auditorium Universitas Nasional (UNAS), Jakarta, Sabtu malam, 12 Juli 2025. Sasmaini tampil memukau dalam balutan gaun etnik khas Aceh bernuansa modifikasi kerawang Gayo, mewakili daerahnya dengan penuh percaya diri.
Meski belum berhasil menembus tiga besar, Sasmaini tetap bersyukur atas pencapaian itu. Ia pun mendapat kesempatan emas berupa beasiswa kuliah di Universitas Indonesia (UI) sebagai bagian dari penghargaan untuk finalis 10 besar.
“Alhamdulillah, ini pencapaian luar biasa. Meski belum jadi juara utama, kami yang masuk 10 besar tetap mendapat tawaran beasiswa kuliah di UI,” ujar Sasmaini, Senin, 14 Juli 2025.
Pun begitu, alumni Universitas Malikussaleh ini memilih belum mengambil beasiswa tersebut, dengan alasan ingin lebih fokus membangun gerakan advokasi pendidikan di kampung halamannya, khususnya di Bener Meriah.
“Beasiswa memang tidak full, hanya diberikan penuh untuk juara pertama. Tapi kami tetap bisa mengaksesnya tahun depan. Saya tetap bersyukur dan memilih pulang untuk mengabdi,” kata dia.
Perempuan kelahiran 1998 itu mengaku perjuangan menuju lima besar sangat berat. Proses seleksi dimulai sejak tahap administrasi, lalu berlanjut pada masa karantina dengan serangkaian penilaian.
“Kami dinilai dari video profil, kampanye gaya hidup sehat, presentasi advokasi pendidikan, modeling contest, kostum tradisional, hingga deep interview,” jelasnya.
Bagi Sasmaini, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau intelektualitas. Lebih dari itu, ini adalah panggung advokasi dan ruang bertukar gagasan untuk masa depan pendidikan di Indonesia.
Selama mengikuti kegiatan, para finalis berkesempatan mengunjungi sejumlah institusi penting, termasuk Perpustakaan Nasional, DPR RI Komisi X, dan Kampus Universitas Indonesia. Di sana, Sasmaini bahkan sempat menyuarakan langsung realita pendidikan di Aceh, terutama di kampung halamannya.
“Saya menyampaikan bagaimana kondisi pendidikan di Bener Meriah. Ini pengalaman luar biasa, mungkin sekali seumur hidup,” ucapnya haru.
Di akhir wawancara, Sasmaini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama kepada Mohd Amin, Ketua Golkar Bener Meriah, yang disebutnya sebagai sosok yang banyak membantu hingga dirinya bisa sampai di tahap nasional.
“Terima kasih untuk masyarakat Aceh, masyarakat Gayo, dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah atas semua doa dan dukungan. Ini kemenangan bersama,” pungkasnya.***






