ACEH UTARA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pembangunan 4.000 lebih hunian sementara di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum Ramadan.
Dengan demikian, sambung Suharyanto, ketika memasuki bulan suci Ramadan tidak ada lagi korban banjir besar yang tinggal di tenda pengungsian.
“Dari sekitar 4.000 kepala keluarga tersebut, pembangunan huntara baru mencapai kurang lebih 30 persen,” kata Suharyanto, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menegaskan proses pembangunan huntara melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, TNI-Polri, hingga pihak swasta yang turut dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian.
“Kita berharap pembangunan hunian sementara ini rampung sebelum bulan Ramadan,” ujar Suharyanto.
Selain huntara, BNPB juga menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap). Data kebutuhan huntap masih bersifat dinamis, tetapi diperkirakan berada di kisaran tiga hingga empat ribu unit.
“Dasar perhitungannya adalah masyarakat yang masuk ke huntara nantinya akan dibangunkan huntap. Karena itu, pembangunan huntara menjadi tahap penting sebelum masuk ke hunian tetap,” jelasnya.
BNPB optimistis dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan semua pihak, pemulihan pascabencana di Aceh Utara dapat berjalan sesuai target.
“Dan masyarakat segera kembali hidup normal dengan hunian yang layak,” imbuhnya.***






