Menteri PU Tergetkan Jembatan Kutablang Rampung Agustus Mendatang

BERITA36 Dilihat

BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memulai pembangunan jembatan Kutablang, Bireuen. Jembatan yang berada di Jalan Medan-Banda Aceh ini ditergetkan rampung dalam waktu delapan bulan mendatang.

Jembatan ini rusak parah setelah diterjang banjir besar pada akhir November 2025. “Tapi kami minta dipercepat karena ini jalur lintas Sumatera,” kata Dody, Rabu, 21 Januari 2026.

Pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Panjang jembatan mencapai sekitar 150 meter dan dirancang untuk menahan debit banjir besar.

Didampingi anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud, Dody juga mengikuti konferensi video untuk memantau progres pembangunan 20 jembatan permanen di berbagai kabupaten dan kota di Aceh yang rusak akibat banjir dan longsor.

Dalam kesempatan itu, Dody meminta jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan infrastruktur yang belum rampung.

Selain Jembatan Kutablang, Kementerian PU juga akan membangun sejumlah jembatan lain di Bireuen, di antaranya Jembatan Teupin Mane Juli dan Jembatan Pante Lhoong. Namun, Dody menegaskan prioritas utama saat ini adalah jembatan di jalur lintas utama.

“Fokus kita kebut dulu jembatan di jalur lintas. Setelah itu baru menyusul jembatan lain yang rusak akibat banjir dan longsor,” kata Dody.

Dody tiba di lokasi jembatan melalui jalur darat dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Setibanya di Kutablang, ia mengikuti prosesi peusijuek yang dipimpin tokoh agama setempat. Ia juga menyantuni anak yatim di sekitar lokasi jembatan.

Usai meninjau Jembatan Kutablang, Menteri PU melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Juli untuk melihat kondisi bendungan karet, jembatan, sungai, jalan, serta rumah warga di Desa Sarah Sirong yang terdampak banjir. Pemerintah berharap pembangunan jembatan permanen ini dapat segera memulihkan konektivitas utama Aceh dan mencegah terulangnya gangguan lalu lintas akibat bencana di masa mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *