KPA dan Muspika Tangse Teguhkan Komitmen Jaga Perdamaian dan Kawal Pembangunan Aceh 

BERITA52 Dilihat

Pidie – Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung dua dekade kembali digaungkan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Muspika Tangse bersama Komite Peralihan Aceh (KPA) menggelar Silaturahmi Kebangsaan yang menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga para keuchik dan masyarakat umum, Senin (17/11/2025).

Mengangkat tema “Merawat Perdamaian dalam Bingkai NKRI Menuju Pidie Tapuga, Aceh Meusyuhu dalam Bingkai Syariat,” kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat kohesi sosial serta memastikan pembangunan di daerah berjalan dengan stabil.

Sekretaris Kecamatan Tangse, mewakili Camat, menekankan bahwa kedamaian yang dirasakan masyarakat sejak perjanjian damai Aceh merupakan anugerah yang harus dijaga bersama.

“Kita pernah merasakan pahitnya konflik. Karena itu, kedamaian harus dijaga agar pembangunan bisa berjalan lancar. Tanpa damai, tidak ada kemajuan,” ujarnya mengingatkan.

Ia menambahkan, suasana aman dan tenteram yang dinikmati masyarakat saat ini adalah modal utama untuk mempercepat pembangunan di Tangse dan Pidie secara keseluruhan.

Ketua KPA Kecamatan Tangse, Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh optimisme. Menurutnya, memperkuat silaturahmi dan gotong royong menjadi kunci memajukan Pidie.

“Bagi kami KPA, rakyat adalah segalanya. Kami wakafkan jiwa raga kami demi kemajuan Aceh,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa KPA siap mendukung program-program pembangunan, terutama pembangunan sumber daya manusia (SDM), yang menjadi fondasi kemajuan Aceh ke depan.

Acara ini turut dihadiri Danramil 16/Tangse Lettu Kav Dian Prayatna, Kapolsek Tangse Iptu Muhammad Jamil, para imum mukim, tokoh adat, tokoh agama, serta para kepala desa. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial.

Silaturahmi Kebangsaan diakhiri dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar perdamaian tetap terjaga dan pembangunan di seluruh gampong di Tangse dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Peserta juga meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat ukhuwah, merawat perdamaian, dan mengawal pembangunan menuju Aceh Meusyuhu yang lebih maju, bermartabat, serta damai dalam bingkai NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *