Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Serahkan  Bantuan 1 Milyar Untuk Korban Banjir Aceh, Diterima Ketua PW Muhammadiyah Aceh A. Malik Musa

BERITA138 Dilihat

 

Banda Aceh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Markas Dakwah Muhammadiyah Aceh, Senin (15 Desember 2025), sebagai wujud kepedulian organisasi Islam terbesar di Indonesia terhadap masyarakat yang tengah berjuang di tengah bencana.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran pimpinan pusat dan rombongan yang datang langsung meninjau kondisi Aceh. Ia menegaskan bahwa bencana kali ini merupakan ujian besar yang memerlukan kerja sama semua pihak, karena dampaknya berbeda dengan bencana tsunami dua dekade lalu.

“Bencana kali ini bersifat tersebar, akses ke lokasi banyak yang terputus, dan banyak wilayah belum bisa dijangkau bantuan. Karena itu kami sangat berterima kasih atas dukungan dan arahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk membantu masyarakat Aceh,” ujar Malik Musa.

Malik juga menekankan bahwa Muhammadiyah Aceh terus mengerahkan relawan MDMC di berbagai titik posko, termasuk posko induk di Pusaka, Banda Aceh.

“Kami berusaha semampu mungkin agar bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat di lapangan,” tambahnya.

Ia berharap dukungan dari seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat sipil, dapat terus mengalir agar Aceh segera pulih dari dampak bencana.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga terdampak banjir di Aceh. Ia menegaskan bahwa musibah ini adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar, ikhtiar, dan mujahadah — kesungguhan untuk bangkit bersama-sama.

“Tidak ada musibah yang mudah, tapi dengan sabar dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insya Allah semua bisa kita atasi. Muhammadiyah tidak sendiri, kita bersama pemerintah dan semua elemen bangsa untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh,” ujar Haedar.

Haedar juga menjelaskan bahwa dalam kunjungannya kali ini, Muhammadiyah membawa misi tanggap darurat sekaligus rencana jangka panjang untuk pemulihan sektor pendidikan dan sosial masyarakat. Ia menyinggung pentingnya perhatian terhadap masa depan anak-anak di wilayah terdampak bencana.

“Anak-anak harus diselamatkan jiwanya dan juga pendidikannya. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan agar sekolah-sekolah di bawah Muhammadiyah maupun sekolah umum yang terdampak bisa segera direhabilitasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Yendra Fahmi, pengusaha sekaligus donatur, turut menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk Aceh, Rp1 miliar untuk Sumatera Utara, dan Rp1 miliar untuk Sumatera Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk digunakan dalam program tanggap darurat dan rehabilitasi pascabencana.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk sekolah, madrasah, dan fasilitas Muhammadiyah yang rusak akibat bencana,” kata Yendra dengan penuh haru.

Selain Yendra Fahmi, hadir pula Letjen (Purn) Burhanudin, mantan Panglima Kostrad dan Pangdam Bukit Barisan, yang turut mendampingi rombongan Muhammadiyah. Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini menunjukkan betapa kuatnya solidaritas lintas sektor dalam membantu masyarakat Aceh.

“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tapi untuk menunjukkan bahwa masyarakat Aceh tidak sendiri. Seluruh Indonesia bersama Aceh,” ujar Burhanudin dalam kesempatan itu.

Haedar Nashir menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dikumpulkan akan disalurkan secara transparan dan terkoordinasi antara Muhammadiyah, BNPB, dan Pemerintah Aceh.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Ini adalah wujud amanah umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam misi kemanusiaan tanpa batas. Dari masa ke masa, Muhammadiyah selalu hadir di garis depan membantu korban bencana di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh yang kini kembali diuji oleh alam.

“Semoga bantuan ini menjadi penguat semangat dan peneguh iman bagi masyarakat Aceh, bahwa dari musibah akan lahir kekuatan baru untuk bangkit bersama,” tutup Haedar Nashir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *