Ketua Umum PPA Minta Pemerintah Bantu Pasokan Logistik untuk Dapur Mahasiswa Terdampak Banjir

BERITA107 Dilihat

 

BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) Prof Adjunct Dr Mariati MKes menyampaikan permohonan resmi kepada pemerintah agar membantu pasokan bahan baku logistik untuk kebutuhan dapur mahasiswa yang terdampak banjir di Aceh.

Permintaan ini disampaikan menyusul kondisi ratusan mahasiswa yang mulai mengalami kekurangan makanan sejak banjir melanda beberapa wilayah di Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, dan lainnya.

Ketua Umum PPA Dr Marniati menjelaskan bahwa banyak mahasiswa perantauan kini berada dalam situasi sulit akibat terputusnya akses logistik serta melemahnya kondisi ekonomi keluarga mereka pasca banjir.

“Sejumlah mahasiswa dari wilayah banjir sudah melaporkan bahwa stok makanan habis dan uang pun sudah tidak tersedia. Banyak dari mereka tidak bisa pulang karena akses terputus dan komunikasi dengan keluarga belum stabil,” ujarnya.

Selain itu, PPA menerima banyak permohonan bantuan dari mahasiswa yang berharap adanya dapur khusus yang dapat menyediakan makanan harian bagi mereka.

Sebagian mahasiswa mengaku orang tua mereka juga sedang dalam kondisi ekonomi yang berat karena terdampak banjir di kampung halaman.

Menanggapi situasi tersebut, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) mengambil langkah cepat dengan membuka dapur umum kampus untuk melayani mahasiswa yang kesulitan.

Dapur umum ini didirikan atas dukungan langsung dari Yayasan UUI yang menyediakan logistik awal agar kebutuhan mahasiswa dapat terpenuhi dalam beberapa hari terakhir.

UUI juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memperkuat bantuan dengan menyalurkan bahan makanan dan logistik tambahan untuk keberlanjutan dapur umum tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, kampus, dan pemerintah, diharapkan kebutuhan dasar mahasiswa terdampak dapat terpenuhi hingga kondisi kembali pulih.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *