Banda Aceh,(5/11 2025)— Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Mali, mengecam keras tindakan keji pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Arjuna (21), pemuda asal Simeulue, Aceh, di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal, melainkan pembunuhan yang disengaja dan mencoreng kesucian rumah Allah.
“Pembunuhan yang dilakukan secara sadar, apalagi di dalam masjid, tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Rumah Allah seharusnya menjadi tempat ibadah, bukan tempat menumpahkan darah. Ini sungguh perbuatan biadab,” tegas Malik Muda.
Ia menyebut tindakan tersebut telah melukai hati umat Islam dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh agama.
Malik Muda mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku.
“Hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Bila terbukti melakukan pembunuhan dengan sengaja, pelaku layak dijatuhi hukuman berat, bahkan hukuman mati. Tidak ada tempat bagi kekerasan seperti ini di negeri hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Malik Muda mengimbau masyarakat Aceh dan Sumatera Utara untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, namun tetap menuntut keadilan melalui jalur hukum. Ia juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan peristiwa serupa tidak terulang.
“Kita ingin keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi darah tak berdosa yang tumpah di tempat suci,” tutup Ketua PW Muhammadiyah Aceh itu dengan tegas. []






