A. Malik Musa Mendapat Tanda Kehormatan dari Keturunan Diradja Melayu Kampar Pekanbaru

BERITA141 Dilihat

 

Pekanbaru – Ketua Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, SH., M.Hum., kembali mencatatkan langkah bersejarah dalam perjuangannya membangun jejaring kerja sama untuk Aceh. Setelah berkunjung ke Bali dan Jakarta, Malik Musa melanjutkan perjalanannya ke Pekanbaru, Riau, untuk menghadiri undangan Diradja Melayu Air Tiris.

Pada kesempatan tersebut, ia menerima penanugerahan tanda kehormatan langsung dari PYM H. Muhammad Yunus Abdullah Rahmadsyah Al Haj, keturunan Diradja Melayu Air Tiris Riau.

Penganugerahan ini menjadi bentuk penghargaan atas kiprah dan kontribusi Malik Musa dalam memperjuangkan kepentingan umat dan memperkuat kerja sama antarwilayah, khususnya dalam lingkup Melayu serantau. Penghargaan ini juga menegaskan hubungan erat Aceh dengan wilayah Melayu yang sejak dahulu telah memiliki ikatan sejarah, budaya, dan peradaban Islam.

Selain menerima tanda kehormatan, dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Hinggab Darul Rahmad pada Kamis, 23 September 2025, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Muhammadiyah Aceh dan Diradja Airtritis Melayu Kampar.

MoU ini ditandatangani langsung oleh A. Malik Musa bersama Tuanku SPYM STBA Prof. Dr. Muhammad Yunus Abdullah Rahmadsyah Al Haj.

Isi kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di berbagai bidang, terutama investasi di Provinsi Aceh serta program-program strategis lainnya yang menguntungkan kedua belah pihak. Kesepahaman ini disusun dengan semangat niat baik, tanpa batas waktu tertentu, sehingga dapat dimanfaatkan kapan pun sesuai kebutuhan dan situasi.

Malik Musa menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya sebatas seremonial, melainkan pintu masuk bagi penguatan ekonomi, pembangunan, dan peradaban Islam serantau. Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar baik dari segi sumber daya alam, posisi geografis, maupun sejarah panjangnya sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Karena itu, investasi dan kolaborasi lintas daerah menjadi sangat penting untuk masa depan Aceh.

Dengan capaian ini, Malik Musa membuktikan konsistensinya dalam melakukan lobi-lobi investasi untuk Aceh.

“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjadikan Aceh tidak hanya maju dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga berdaya secara ekonomi. InsyaAllah MoU ini akan menjadi langkah konkret demi kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *