ASSIPA-SIS Padukan Latihan Sepak Bola dengan Pendidikan Karakter

BERITA10 Dilihat

BANDA ACEH – Bermain sepak bola bagi anak bukan hanya tentang mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

Di balik kemampuan mengolah bola, terdapat proses panjang untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap sportif.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam konsep pembinaan yang dikembangkan Akademi Sepakbola Spanyol Internasional Perjuangan Aceh (ASSIPA-SIS), yang hadir melalui kerja sama dengan Spain International Sport (SIS).

Melalui sistem pembinaan yang terstruktur, ASSIPA-SIS tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis pemain, tetapi juga mengintegrasikan pembentukan karakter, pendidikan, nutrisi, psikologi, serta pengembangan mental atlet.

Program ini didukung pelatih berlisensi internasional dan kurikulum berstandar SIS dari Spanyol.

Pendiri sekaligus Pembina ASSIPA-SIS, Prof Adjunct Dr Marniati MKes, mengatakan kehadiran ASSIPA-SIS tidak sekadar membangun sekolah sepak bola, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan jangka panjang bagi generasi muda Aceh.

“Ini bukan sekadar membangun sebuah klub sepak bola, tetapi kita sedang merancang mimpi besar bagi anak-anak Aceh. Kehadiran SIS membuka gerbang bagi putra-putri Aceh yang memiliki prestasi untuk bisa menembus level dunia, karena SIS merupakan lembaga pencari bakat internasional,” ujar Marniati.

Menurut Marniati, kerja sama dengan SIS juga diharapkan menghadirkan pola pembinaan yang modern, profesional, dan berorientasi pada pengembangan talenta muda secara berkelanjutan.

Latihan dilakukan secara rutin empat kali dalam seminggu, disertai evaluasi perkembangan pemain setiap empat bulan.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti friendly match atau pertandingan persahabatan hingga tiga kali dalam setahun.

Selain sepak bola, peserta mendapat pembinaan Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol sebagai bagian dari persiapan menuju lingkungan sepak bola internasional.

Pendekatan tersebut membuat latihan sepak bola menjadi lebih dari sekadar aktivitas fisik.

Anak belajar mengikuti aturan, menjalankan instruksi pelatih, menghargai rekan satu tim, serta memahami bahwa keberhasilan dalam sepak bola membutuhkan kerja sama.

Kedisiplinan juga dibangun melalui proses latihan yang dilakukan secara konsisten. Anak belajar bahwa kemampuan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui latihan, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Di sisi lain, pertandingan menjadi ruang bagi pemain untuk belajar menerima hasil. Kemenangan tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan, sementara kekalahan menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran.

Terbuka untuk Anak Usia 8–17 Tahun

ASSIPA-SIS membuka kesempatan bagi anak laki-laki maupun perempuan berusia 8 hingga 17 tahun. Peserta dibagi dalam tiga kelompok usia, yakni 8-10 tahun, 11-13 tahun, dan 14-17 tahun.

Bagi calon peserta, sejumlah persyaratan administrasi yang perlu disiapkan meliputi formulir pendaftaran, pasfoto ukuran 2×2 sebanyak dua lembar, pasfoto 3×4 sebanyak dua lembar, surat izin orang tua, fotokopi akta kelahiran, serta fotokopi KTP ayah dan ibu.

Untuk program reguler, informasi yang dipublikasikan ASSIPA-SIS mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp100.000, biaya atribut Rp900.000, serta biaya pendidikan atau SPP sebesar Rp500.000 per bulan.

Paket tersebut mencakup sejumlah atribut akademi dan fasilitas pendukung, termasuk seragam, tas, kaus kaki, akses gym dan renang, kursus bahasa Inggris dan Spanyol, pendidikan karakter, sertifikat akademi, serta Kartu Tanda Anggota.

Membuka Jalan Menuju Spanyol

Salah satu daya tarik utama program ASSIPA-SIS adalah kesempatan bagi pemain berbakat untuk mendapatkan pengalaman pembinaan di luar negeri.

Melalui program Soccer Try Out dan talent scouting yang melibatkan tim dari SIS, pemain akan dinilai dari berbagai aspek, termasuk teknik dan taktik, fisik, psikologi, serta karakter.

Pemain yang memenuhi kriteria berpeluang mendapatkan kesempatan melanjutkan pembinaan ke Spanyol.

Program tersebut juga membuka peluang bagi pemain terbaik untuk mengikuti latihan dan pertandingan di klub sepak bola di Spanyol serta mendapatkan pengalaman pembinaan di lingkungan sepak bola internasional.

Untuk menunjang proses pembinaan, ASSIPA-SIS menyediakan lapangan latihan, ruang ganti, ruang mandi, ruang salat, ruang belajar, serta fasilitas kerja sama dengan gym dan kolam renang.

Dengan sistem tersebut, ASSIPA-SIS tidak hanya menawarkan tempat untuk belajar bermain sepak bola, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk membangun karakter, kedisiplinan dan mental kompetitif sejak usia muda.

Sebab, pemain yang baik bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan mengolah bola, tetapi juga mampu bekerja sama, menghargai lawan dan rekan setim, menerima hasil pertandingan, serta memiliki kemauan untuk terus berkembang.

Melalui ASSIPA-SIS, sepak bola diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda Aceh untuk mengembangkan potensi sekaligus membuka peluang menuju panggung sepak bola nasional dan internasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *