Pemutaran Perdana Film Doku-Drama “Noeh” Angkat Isu ODGJ dan Gerakan Bebas Pasung di Aceh

BERITA29 Dilihat

 

Banda Aceh — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh Bersama Yayasan Aceh Bergerak akan menggelar pemutaran film perdana atau gala premiere film berjudul “Noeh” pada pada hari Jumat, 13 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, bertempat di perkarangan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh.

Film bergenre doku-drama panjang ini diadaptasi dari kisah nyata yang merefleksikan praktik pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih terjadi di tengah masyarakat. Film Noeh disutradarai oleh Davi Abdullah, sineas Aceh yang telah lama berkarya dan dikenal melalui berbagai genre film dengan pendekatan sosial dan kemanusiaan.

Film ini menjadi media edukasi publik terkait isu kesehatan jiwa dan hak asasi manusia. Kisah dalam film ini berfokus pada tokoh Ishak, seorang ODGJ yang dianggap meresahkan warga kampung hingga akhirnya ditangkap dan hendak dipasung oleh masyarakat. Hasanah, adik kandung Ishak, berusaha keras memohon dan mencari cara agar abangnya tidak dipasung.

Upaya tersebut membawanya pada Zulfan, guru Hasanah, yang datang untuk menolong. Namun niat baik itu justru berujung pada kaburnya Ishak, memicu kemarahan warga dan memperlihatkan kompleksitas stigma, ketakutan, serta minimnya pemahaman masyarakat terhadap ODGJ.

Direktur RSJ Aceh, dr. Hanif, dalam keterangannya menyampaikan bahwa film Noeh menjadi bagian penting dari upaya menghapus stigma terhadap ODGJ dan memperkuat gerakan Aceh Bebas Pasung.

“Isu kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Aceh. Banyak ODGJ yang mengalami diskriminasi, pengucilan, bahkan pemasungan yang jelas melanggar hak asasi manusia. Melalui film ini, kami berharap masyarakat dapat melihat ODGJ sebagai manusia yang berhak mendapatkan perawatan dan dukungan,” ujarnya.

Hingga tahun 2025, tercatat 10 kabupaten/kota di Aceh telah menjalankan program penjemputan dan pelepasan pasung terhadap ODGJ untuk kemudian dirawat di RSJ Aceh. Secara keseluruhan, sudah terdapat lebih dari 100 kasus pelepasan pasung yang ditangani RSJ Aceh, dengan jumlah terbanyak terjadi di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 32 kasus. Data ini menunjukkan bahwa praktik pasung masih nyata, namun sekaligus membuka harapan melalui kerja kolaboratif lintas sektor.

Sebagai bagian dari kampanye edukasi publik, Yayasan Aceh Bergerak turut mengambil peran sebagai penggerak dengan merencanakan roadshow pemutaran film Noeh ke berbagai kabupaten/kota di Aceh. Roadshow ini ditargetkan berlangsung sepanjang tahun 2026, sejalan dengan komitmen mendorong eliminasi pasung di Aceh melalui peningkatan kesadaran kolektif, empati sosial, serta penguatan dukungan masyarakat terhadap ODGJ dan keluarganya.

Manajer Program Aceh Bergerak, Ismatul Rahmi, menegaskan bahwa film Noeh tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media advokasi.

“Yayasan Aceh Bergerak mengambil peran untuk mendukung upaya RSJ Aceh untuk mengeleminasi pasung dan melalui roadshow pemutaran film ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakt untuk mengubah stigma negatif terhadap penderita ODGJ di aceh” ujarnya.

Melalui pemutaran perdana ini, Noeh diharapkan menjadi ruang refleksi bersama bahwa kesehatan jiwa adalah isu kemanusiaan, dan bahwa setiap orang, termasuk ODGJ, memiliki hak untuk hidup bermartabat, bebas dari stigma dan kekerasan. Jangan lupa datang dan saksikan Gala Premiere Film Noeh, terbuka dan gratis untuk umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *