Plh. Kadis Pendidikan Dayah Aceh Saweu Ulama Terdampak Banjir dan Longsor

BERITA132 Dilihat

 

Banda Aceh— Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap musibah yang menimpa masyarakat Aceh, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag., M.H., bersama Sekretaris, para Kepala Bidang, serta jajaran pejabat lainnya, melakukan saweu ulama dengan mengunjungi sejumlah ulama kharismatik dan dayah yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Dinas Pendidikan Dayah Aceh menyampaikan langsung rasa duka, empati, serta dukungan moril kepada para pimpinan dayah dan keluarga besar pesantren yang terdampak.

OyBeberapa dayah mengalami dampak yang cukup berat akibat banjir bandang, di antaranya Dayah Ummul Ayman yang dipimpin oleh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) serta Dayah Mudi Mesra di bawah pimpinan Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi). Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana serta mengganggu aktivitas pendidikan para santri.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng. Meskipun tidak terdampak langsung oleh banjir dan longsor, dayah ini turut merasakan dampak sosial dari bencana tersebut.

Sebagian besar santrinya berasal dari kabupaten/kota yang orang tuanya terdampak langsung banjir bandang. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Pimpinan Dayah Darul Munawwarah, Dr. Abiya H. Anwar Usman, S.Pd.I., M.M. (Abiya Kuta Krueng), yang menunjukkan kepedulian besar terhadap santri dengan latar belakang keluarga terdampak bencana.

Plh. Kadis Pendidikan Dayah Aceh menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah ulama dan dayah yang selama ini menjadi pilar pendidikan, dakwah, serta ketahanan sosial umat. Ia berharap para pimpinan dayah, santri, dan masyarakat diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Ulama dan dayah adalah benteng moral dan spiritual masyarakat Aceh. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling menguatkan di saat musibah,” ujar Andriansyah.

Melalui kegiatan saweu ulama ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan dayah, serta menjadi penguat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

Andriansyah juga menambahkan bahwa insyaAllah kegiatan saweu ulama ini akan terus dilaksanakan secara bertahap ke wilayah-wilayah lain yang turut terdampak bencana hidrometeorologi, di antaranya Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam setiap kunjungan tersebut, Dinas Pendidikan Dayah Aceh akan membawa sedikit bantuan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan dayah yang terdampak musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *