Bireuen – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Rusyidi MuktaRusyidi Muktar atau Ceulangiek, mendesak PT PLN (Persero) agar segera mempercepat pemulihan jaringan listrik di seluruh wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar daerah masih gelap gulita, sementara masyarakat membutuhkan penerangan dan suplai energi untuk aktivitas darurat.
“Semua gelap, masyarakat sedang musibah. PLN harus bergerak cepat memulihkan kelistrikan Aceh. Jangan tunggu perintah lagi, ini situasi kemanusiaan,” tegas Ceulangiek, Minggu (30/11/2025).
Ia menilai, listrik bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menyangkut fungsi vital posko, rumah sakit, dan fasilitas umum lain di daerah terdampak.
Selain persoalan listrik, Ceulangiek juga menyoroti krisis air bersih yang mulai melanda sejumlah lokasi pengungsian, terutama di Bireuen dan kabupaten sekitarnya. Ia meminta PDAM untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan agar masyarakat, khususnya pengungsi, dapat beribadah dan menjaga kebersihan diri.
Air bersih tidak boleh terhenti PDAM harus memastikan suplai sampai ke titik pengungsian, karena ini kebutuhan dasar warga, untuk wudu, mandi, dan konsumsi,” ujarnya.
Politisi Partai Aceh itu juga meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan aparat penegak hukum, untuk mengawasi distribusi bantuan dan menjaga agar tidak ada penimbunan bahan pokok di tengah situasi darurat.
Saat rakyat menderita, semua pihak harus turun tangan, Tidak ada ruang bagi kelambanan Listrik harus hidup, air harus mengalir,” tutup Ceulangiek dengan tegas.






