Jembatan Kuala Baru Siap Jadi Koridor Logistik Baru, Aspirasi Mualem Dapat Lampu Hijau Kemenko

BERITA79 Dilihat

 

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Mualem, menunjukkan komitmen serius dalam membuka keterisolasian wilayah dengan mendorong percepatan pembangunan Jembatan Kuala Baru di Kabupaten Aceh Singkil. Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengakhiri ketergantungan masyarakat terhadap rakit penyeberangan, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Aceh.

Untuk itu, Mualem telah memerintahkan Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST., mempersiapkan usulan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IDJ) Tahun 2026 kepada Kementerian PU dan Kemenko bidang Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan

Respons cepat datang dari pemerintah pusat. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Marves, Romi Firman, langsung menindaklanjuti usulan tersebut dengan menghubungi pihak Kementerian PU agar pembangunan jembatan ini masuk dalam prioritas tahun 2026.

Dalam pertemuan di Kantor Kemenko Infrastruktur Jakarta pada Jumat, 21 November 2025, Ir. Mawardi turut menyampaikan langsung permintaan Gubernur Aceh, didampingi Staf Khusus Bidang Tata Ruang.

Sehari sebelumnya, Mawardi juga telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian PU untuk menyerahkan secara resmi usulan pembangunan Jembatan Kuala Baru Singkil.

Berdasarkan Dokumen Engineering Design (DED), proyek ini membutuhkan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah dan dinilai sangat layak mendapatkan dukungan pusat karena urgensi dan manfaat ekonominya.

Apabila pembangunan jembatan ini terealisasi, jarak tempuh antara Aceh Singkil dan Banda Aceh akan terpangkas 2–3 jam lebih cepat. Selain itu, trase jalan baru yang lebih landai akan memberikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat wilayah barat-selatan Aceh.

Pembangunan Jembatan Kuala Baru Singkil juga akan menjadi penghubung penting koridor logistik Aceh karena terkoneksi langsung dengan jalur nasional Banda Aceh perbatasan Sumatera Utara.

Upaya cepat dari pemerintah pusat terhadap usulan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aspirasi Gubernur Aceh mendapat perhatian serius, sekaligus membuka harapan besar bagi masyarakat Aceh Singkil yang telah lama menunggu hadirnya infrastruktur jembatan yang layak dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *