Banjir Pengaruhi Keberangkatan Haji Aceh, Sejumlah Jamaah Mengundurkan Diri

BERITA28 Dilihat

BANDA ACEH — Dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 turut berimbas pada keberangkatan jamaah haji 2026. Meski tingkat pelunasan biaya haji menembus 101 persen, sejumlah jamaah asal Aceh memilih mengundurkan diri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Arijal, mengatakan jumlah jamaah haji Aceh yang diperkirakan berangkat pada musim haji 2026 mencapai 5.380 orang dari total kuota 5.426 jamaah yang diberikan pemerintah pusat.

“Kuota haji Aceh tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Pada 2025 jamaah Aceh berjumlah 4.370 orang, sementara tahun ini meningkat menjadi 5.426 jamaah,” kata Arijal kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pelunasan biaya haji tahap kedua telah berakhir pada 9 Januari 2026 dengan capaian pelunasan mencapai 101 persen. Namun, kondisi pascabencana banjir bandang membuat sebagian jamaah memilih menunda atau mengundurkan diri.

“Memang ada beberapa jamaah yang mengundurkan diri, baik karena dampak bencana maupun alasan pribadi lainnya,” ujarnya.

Tercatat, empat jamaah yang telah melunasi biaya haji secara resmi mengundurkan diri. Mayoritas disebabkan faktor kesehatan serta kebutuhan pendampingan bagi jamaah lanjut usia.

Selain itu, sekitar 600 jamaah lainnya telah mengajukan penundaan keberangkatan sebelum pelunasan. Bahkan, sebagian di antaranya sudah menyampaikan pengunduran diri sebelum terjadinya bencana banjir.

Untuk mengantisipasi kekosongan kuota, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Aceh telah menyiapkan kuota cadangan sebesar 40 persen. Dari kuota tersebut, terdapat 93 jamaah cadangan yang siap diberangkatkan apabila terjadi kekosongan, seperti jamaah sakit atau meninggal dunia.

“Kami berharap tidak ada lagi jamaah yang mengundurkan diri karena kloter sudah kami susun dan kursi penerbangan telah disiapkan. Namun, jika terjadi kondisi darurat, pelayanan tetap kami berikan,” kata Arijal.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya pascapelunasan adalah penyelesaian dokumen jamaah untuk pengajuan visa ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Hingga saat ini, sekitar 77 persen dokumen jamaah haji Aceh telah dikirim ke Jakarta untuk proses lanjutan.

Terkait pemberangkatan, jamaah haji Aceh tahun 2026 tetap akan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan jumlah 393 jamaah per kelompok terbang (kloter), dan dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua.

“Saat ini kami sedang menyusun pembagian kloter berdasarkan kabupaten dan kota. Ada daerah yang mendapat lebih dari satu kloter. Kloter awal akan diisi jamaah dari daerah yang sama, selebihnya akan digabung dengan kabupaten atau kota lain,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *